Jumat, 25 May 2018
radarbromo
icon featured
Bangil

Duh, Tunggakan PBB-P2 2017 Kabupaten Pasuruan Capai Rp 8 M

Selasa, 15 May 2018 18:30 | editor : Muhammad Fahmi

uang, seratus ribu, anggaran

Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)

BANGIL - Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2017 lalu memang melampaui target. Meski begitu, masih didapati sejumlah masyarakat yang belum mematuhi pembayaran PBB.

Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Pasuruan mencatat, ada tunggakan pembayaran PBB tahun lalu mencapai Rp 8 miliar. Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) menjelaskan, tingkat kepatuhan wajib pajak masih 80 persen.

Sisanya masih dianggap terutang. Atau, Wajib Pajak (WP) belum membayar PBB di tahun 2017 lalu. “Jadi, setelah kami berikan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2. Wajib Pajak yang tidak melunasi akan tetap tercatat dan masuk dalam data tertunggak,” jelasnya.

Dalam realisasi penerimaan PBB tahun 2017, sebesar Rp 63,083 miliar. Jumlah ini melampaui target dari Rp 58,5 miliar. Kendati begitu, Badan Keuangan Daerah mencatat masih ada tunggakan sebesar Rp 8 miliar masyarakat yang belum mematuhi dengan membayar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2.

Belum terbayarnya PBB ini dikatakan bisa karena beberapa sebab. Selain karena mungkin pemilik sedang berada di luar daerah, juga bisa karena belum ada waktu untuk membayar, termasuk belum ada dana.

“Biasanya karena ada yang gagal panen, sehingga belum bisa membayar PBB. Ada juga yang WP-nya berada di luar daerah. Tapi, biasanya kalau WP yang merasa punya objek di Kabupaten Pasuruan. Mereka biasanya datang ke kantor Keuangan Daerah untuk melunasi PBB-nya. Dan, kita juga berikan tunggakan PBB di tahun sebelumnya yang belum terbayar,” jelasnya.

Syafi’i menjelaskan, bahwa tunggakan PBB ini sedikit menurun dibandingkan 2016 lalu yang mencapai Rp 9 miliar. Dari tunggakan Rp 8 miliar ini, targetnya 50-60 persen terbayarkan saat di tahun 2018 berjalan.

(br/eka/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia