Senin, 28 May 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Hilal Tak Terlihat di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo

Rabu, 16 May 2018 01:28 | editor : Muhammad Fahmi

pemantauan, pantau, hilal, penentuan, awal ramadan, 1939 H, awal puasa, 1939 hijriah, teropong

PANTAU HILAL: Suasana pemantauan hilal di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Selasa (15/5) sore. Hilal tak terlihat, awal Ramadan pun bareng Kamis (17/5). (Zainal Arifin/Radar Bromo)

MAYANGAN - Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis (17/5). Itu, setelah dilakukan Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kementerian Agama.

Penetapan awal Ramadan itu dilakukan usai Selasa (15/5) dilakukan pemantauan hilal di sejumlah daerah. Termasuk di Kota Probolinggo yang digelar Kemenag setempat.

Di Probolinggo, pemantauan hilal itu digelar di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kelurahan/Kecamatan Mayangan. Dari hasil pantauan pihak Kemenag hingga matahari terbenam, hilal tidak terlihat.

Kegiatan yang disebut Rukyatulhilal itu, digelar dengan mengajak ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiah. Mereka bersama-sama datang ke lokasi untuk memantau penampakan hilal.

Namun, posisi hilal tak terlihat. Muhammad Taufik, kasi Penyelenggara Sariah, Kemenag Kota Probolinggo mengatakan, posisi hilal tidak bisa terlihat. Posisinya min di bawah ufuk (garis batas). Sehingga, mustahil untuk dapat dilihat.

“Jika min (-) seperti ini, sulit untuk terlihat. Itu dari segi keilmuannya, apalagi kondisinya mendung habis hujan. Sehingga, mempengaruhi juga,” jelas Taufik.

Menurutnya, dengan kondisi itu, pada tahun ini bisa dibilang menguntungkan. Sebab, antara NU dan Muhammadiah awal puasa bebarengan. Sehingga, tidak ada yang duluan dan belakangan. “Hikmahnya, awal puasa bareng. Juga bulan Syakban genap,” jelasnya.

(br/sid/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia