Senin, 28 May 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Duh, Dua Bulan, 5 Aki EWS Perlintasan KA di Kota Probolinggo Raib

Rabu, 16 May 2018 08:30 | editor : Muhammad Fahmi

perlintasan, kereta api, ka, palang pintu

EWS TAK BERFUNGSI: Perlintasan kereta api di Armada yang aki EWS-nya juga dicuri. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

MAYANGAN - Aksi pencurian di Kota Probolinggo tak pandang bulu. Dua bulan terakhir, 5 aki alat tanda peringatan awal kereta api atau early warning system (EWS) yang berada di lima titik di Kota Probolinggo raib.

Padahal, alat tersebut sangat bermanfaat bagi perlintasan yang tanpa palang pintu. Akibatnya, masyarakat yang hendak melewati lima titik perlintasan tersebut harus lebih berhati-hati.

Kelima titik tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Mulai pelintasan di Armada, Kelurahan Sukabumi; Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan; Kelurahan Jrebeng, Kecamatan Wonoasih (ada dua titik). Serta, di perlintasan KA tanpa palang pintu di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan.

Kapten Halil, Komandan Polsuska Daop 9 Jember mengatakan, terjadinya pencurian tersebut tidak bisa dipastikan waktunya. Namun, pihaknya memperkirakan hilangnya aki itu sekitar dua bulan terakhir ini.

Pihaknya sendiri baru mengetahui bahwa aki tersebut hilang ketika dilakukan patroli rutin. “Biasanya, kalau akan ada kereta lewat, itu alatnya berbunyi. Tetapi, saat itu meskipun kereta sudah lewat alat itu tidak berbunyi. Usai kami cek, ternyata aki penyimpan daya listrik yang dihasilkan dari solar tenaga matahari itu sudah hilang,” tandasnya.

Oleh karena itu, lantaran alat tersebut sementara sudah tidak aktif. Maka pihaknya mengimbau kepada para warga yang melewati perlintasan tersebut untuk ekstra berhati-hati. Sebab, saat ini masih belum dilakukan pembelian aki baru untuk menghidupkan alat itu.

“Kami sudah memberi tahukan kepada Dinas Perhubungan Provinsi. Soalnya, alat itu adalah milik provinsi. Namun, masih belum juga dilakukan pergantian. Untuk itu warga harap waspada jika melewati jalur itu agar tidak terjadi apa-apa,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Probolinggo Sumadi menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan ke provinsi terkait laporan kehilangan itu. “Untuk kepunyaan kami (Pemkot Probolinggo) sendiri yang hilang, sudah kami lakukan pergantian dan sudah bisa digunakan,” jelasnya.

Agar tidak terjadi hal serupa, Sumadi mengatakan, akan memperketat keamanan aki itu. Sehingga, tidak bisa dicuri oleh orang. “Kan ditaruh di dalam kotak. Nanti keamanannya diperkuat agar tidak mudah dicuri. Jika menugaskan orang untuk menjaga tidak ada anggarannya,” terangnya.

Akibat aksi pencurian itu sendiri, kerugian ditaksir sekitar Rp 20 juta. Hal itu, dengan rincian satu unit aki tersebut sekitar Rp 4 juta.

(br/sid/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia