Jumat, 25 May 2018
radarbromo
icon-featured
Tilik Desa
Desa Pajurangan, Gending

Antisipasi Banjir, Bangun Drainase

Kamis, 17 May 2018 11:20 | editor : Muhammad Fahmi

desa pajurangan, kecamatan gending

ANTISIPASI BANJIR: Perangkat Desa Pajurangan menunjukkan saluran drainase yang rampung digarap di Dusun Sekolahan. (M. Hilal Lahan Amrullah/Radar Bromo)

BANJIR selama ini jadi salah satu momok warga Desa Pajurangan saat musim hujan tiba. Namun, tahun ini kekhawatiran itu sedikit tereduksi dengan adanya sejumlah proyek infrastruktur yang dibangun pemdes setempat.

-------------------

Desa Pajurangan, Gending, selama ini jadi salah satu daerah langganan banjir. Tak jarang, luapan sungai desa setempat meluber hingga ke permukiman warga.

Kondisi itu pun jadi perhatian pemerintah desa (pemdes) setempat. Tahun ini, pemdes merencanakan pembangunan drainase dan plengsengan.

Drainase dianggarkan di dua titik. Satu titik rampung dibangun sepanjang 175 meter di Dusun Sekolahan. Sedangkan di Dusun Mudinan I akan dibangun sepanjang 74 meter.

Tak hanya itu. Pemdes juga berencana membangun plengsengan sepanjang 175 meter di Dusun Pasar. Sedikitnya, 130 kepala keluarga (KK) terdampak pembangunan drainase di Dusun Sekolahan itu.

Saluran drainase sendiri sebelumnya pernah dibangun. Namun, karena sudah beberapa tahun lalu, kondisinya kini jebol. Walhasil, keberadaannya pun kurang maksimal.

Nah, setelah drainase rampung dibangun, saluran air semakin lancar. “Dulunya, sering kebanjiran saat hujan. Air sungai juga kerap meluap ke permukiman. Namun, sekarang kondisinya sudah teratasi,” terang Kepala Desa Pajurangan Agus Sunaryo.

Untuk plengsengan yang akan dibangun di Dusun Pasar sendiri berfungsi sebagai saluran irigasi dan drainase. Ada ratusan hektare lahan pertanian dan 50 KK terdampak. “Dengan adanya plengsengan itu, harapannya aliran air bisa lancar,” terang Kepala Desa Pajurangan Agus Sunaryo.

Tak hanya itu, tahun ini pemdes setempat juga berencana melakukan pavingisasi di 8 titik. Sejauh ini, 3 titik rampung dibangun di Dusun Sekolahan. Masing-masing sepanjang 48 meter di RT 5; sepanjang 37 meter dan 25 meter di RT 6. Adapun 5 titik untuk satu titik pavingisasi akan dibangun di Dusun Mudinan I. Untuk tiga titik lain, akan dibangun di Dusun Mudian II, satu titik di Dusun Darungan.

Pavingisasi tersebut merupakan akses ke jalan permukiman warga. Sedikitnya, ratusan KK terdampak pembangunan pavingisisasi. Sedangkan pavingisasi di Dusun Darungan merupakan akses jalan permukiman dan pertanian. Sedikitnya, 25 KK dan 230 hektare lahan pertanian terdampak pembangunan.

Selain itu, tembok penahan tanah (TPT) juga akan dibangun di Dusun Mudinan I sepanjang 234 meter. Tingginya, rata-rata 1 meter. TPT dibangun untuk pelebaran jalan. Pasalnya, ruas jalan setempat cukup sempit.

Jalan tersebut merupakan jalan alternatif, ketika jalan desa dipakai untuk hajatan warga. Selama ini masih dapat diakses roda dua. Sedikitnya 80 KK terdampak pembangunan.

Tahun ini, rencananya juga akan dilakukan pembangunan 4 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Dua unit RTLH rampung dibangun di Dusun Sekolahan dan Dusun Gilin. “Mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat. Sebab, benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” terangnya.

Pemerataan pembangunan tak terlepas dari kondisi infrastruktur yang memadai. Kondisi itu disadari betul oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pajurangan, Kecamatan Gending. Agar pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat merata, pemdes setempat pun terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Pada 2017 lalu, pemdes setempat rampung membangun ruas jalan aspal lapen di Dusun Darungan. Jalan aspal lapen yang rampung dibangun itu sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 4 meter.

Kepala Desa Pajurangan Agus Sunaryo menjelaskan, sebelumnya ruas jalan setempat juga pernah diaspal. Namun, karena termakan usia, ruas jalan setempat pun jadi rusak.

Ruas jalan itu sendiri disebutkan merupakan akses pertanian warga. Selama jalan rusak, akses transportasi warga terhambat. “Warga naik kendaraan pelan-pelan,” terang Agus Sunaryo.

Nah, setelah ruas jalan rampung dibangun, akses setempat semakin nyaman. Akses transportasi warga semakin lancar. Sedikitnya, 25 kepala keluarga dan 230 hektare lahan pertanian terdampak. seperti padi, melon, dan bawang merah.

Pavingisasi juga rampung dibangun tahun lalu di tujuh titik. Masing–masing di Dusun Gilin, Dusun Pasar, Dusun Sekolahan, Dusun Mudinan II, Dusun Pesisir I, Dusun Pesisir II, dan Dusun Darungan.

Masing-masing titik memilik panjang 150 meter hingga 200 meter. Lebarnya, sekitar 2 hingga 2,5 meter. Sebelum dibangun jalan paving, ruas jalan setempat masih berupa tanah.

Sehingga dipastikan, saat musim hujan jalan becek dan licin. Masing-masing titik jalan paving dimanfaatkan oleh ratusan kepala keluarga (KK). Setelah rampung dibangun masyarakat merasa senang. “Jalan tidak becek lagi, perjalan warga lancar,” jelas Agus.


Posyandu Aktif Jemput Bola

Kasus balita kekurangan gizi juga jadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) Pajurangan. Nah, problem itu coba ditanggulangi Pemdes Pajurangan dengan mengoptimalkan keberadaan Posyandu.

Selain aktif mengampanyekan tata cara pola makan sehat untuk balita, Posyandu juga aktif dalam pemberian makanan tambahan (PMT). Agenda itu rutin diberikan tiap sebulan sekali.

PMT diberikan dengan menu yang berbeda tiap bulannya. Menu PMT ditawarkan kepada warga terlebih dahulu untuk pertemuan bulan depannya.

Sedikitnya, 250 balita mendapat PMT saban bulan. Tiap balita dianggarkan PMT sebesar 5 ribu. Saat balita tidak hadir ke Posyandu, petugas Posyandu datang mengunjungi rumah warga yang berhalangan hadir. Bidan desa, ketua tim penggerak PKK Desa Pajurangan, dan lembaga pembina posyandu ikut keliling desa.

“Bayi–bayi datang semua, yang gak hadir karena alasan bepergian,” terang Bidan Desa Pajuranga Cikita Dwi Kholishotunnur.

Sedikitnya, tujuh unit Posyandu balita aktif di desa setempat. Yakni, Posyandu Dusun Pasar, Posyandu Dusun Mudinan I, Posyandu Dusun Mudinan II, Posyandu Dusun Sekolahan, Posyandu Dusun Gilin, Posyandu Dusun Pesisir, dan Posyandu Dusun Darungan.

Sedangkan Posyandu Lansia juga aktif di empat pos. Masing-masing pos ada 30 lansia. Lansia juga diberi PMT dengan anggaran 5 ribu tiap orang.

Selain itu, lansia juga rutin cek up kesehatan. Ibu hamil juga diberi sarapan pagi dan senam ibu hamil. Untuk meningkatkan tingkat kehadiran peserta Posyandu, bagi warga yang hadir diberi door prize. Bagi pengunjung yang hadir diundi dan diberi door prize seperti sabun dan peralatan rumah tangga gelas dan mangkok. Bahkan, juga diadakan arisan.


Pendapatan Desa
Dana Desa: Rp 888.170.000
Bagi Hasil Pajak: Rp 21.026.800
Alokasi Dana Desa: Rp 286.521.800
Silpa 2017: Rp 31.552.270
Total Pendapatan: Rp 1.227.270.870

Belanja Desa
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa: Rp 314.801.070
Pelaksanaan Pembangunan: Rp 626.938.000
Pemberdayaan Masyarakat: Rp 104.266.000
Total Belanja: Rp 1.046.005.070

desa pajurangan, kecamatan gending

AKTIF: Salah satu warga saat datang ke Posyandu balita yang digelar tiap bulan. Di Desa Pajurangan, kehadiran warga ke Posyandu mencapai 90 persen lebih. (M. Hilal Lahan Amrullah/Radar Bromo)

(br/hil/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia