Senin, 28 May 2018
radarbromo
icon featured
Politik

Jadi Tersangka, Dua Kali Dipanggil, Kades Rangkang Kraksaan Mangkir

Jumat, 18 May 2018 10:15 | editor : Muhammad Fahmi

JADI TERSANGKA: Kades Rangkang, Sulaiman (kiri) saat diperiksa penyidik.

JADI TERSANGKA: Kades Rangkang, Sulaiman (kiri) saat diperiksa penyidik. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN-Sulaiman, kades Rangkang, Kecamatan Kraksaan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Gakkumdu Polres Probolinggo. Sayangnya, dua kali dipanggil, dia mangkir dari panggilan penyidik. 

Sulaiman ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu. Sebagai perangkat desa, dia diduga tidak netral dengan mengunggah gambar salah satu paslon di akun facebook (FB) miliknya.

Setelah menjelani pemeriksaan sebagai saksi pekan lalu, penyidik Gakkumdu menetapkan Sulaiman sebagai tersangka. Tindakannya ini dinilai melanggar Pasal 188 UU Nomor 1/2015 tentang Pilkada yang diubah dengan Pasal 71 UU Nomor 10/2016 tentang Pilkada. Ancaman hukumannya, 6 bulan sampai 1 tahun.

Selanjutnya, Senin lalu Sulaiman mendapat panggilan pertama. Namun, dia tidak hadir. Panggilan kedua dilayangkan Rabu (16/5). Sayangnya, Sulaiman juga mangkir. 

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad melalui Kasat Reskrim AKP Riyanto membenarkan telah memanggil Sulaiman dua kali. Namun, yang bersangkutan tak kunjung hadir. “Dua kali sudah kami panggil dia sebagai tersangka. Namun, tidak hadir,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Riyanto mengaku, belum ada penetapan DPO (daftar pencarian orang) untuk Sulaiman. Namun, pihaknya masih berupaya mencari dan menghadirkan Sulaiman untuk menjalani pemeriksaan di Gakkumdu. ”Kami masih akan hadirkan Sulaiman untuk diperiksa,” ujarnya. 

Sementara itu, Mustadji, selaku penasihat hukum (PH) Kades Rangkang Sulaiman belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon, tak kunjung diangkat. Termasuk pesan singkat dari wartawan koran ini, tak dibalas. 

Kasus Sulaiman sendiri berawal dari laporan tim pemenangan MMC (Malik – Muzayyan Cocok) ke Panwaslih Kabupaten Probolinggo. Tim MMC melaporkan akun facebook (FB) milik Sulaiman. 

Sebab, akun itu mengunggah gambar kampanye milik seorang paslon Pilbup Probolinggo. Atas tindakannya itu, Sulaiman dinilai tidak netral. Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan klarifikasi pada terlapor, kasus tersebut diserahkan pada penyidik Gakkumdu Polres Probolinggo. 

(br/mas/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia