Senin, 25 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Pasuruan

Nekat Beroperasi di Bulan Ramadan, 9 PSK di Tretes Dijaring

Sabtu, 26 May 2018 06:30 | editor : Fandi Armanto

psk, pekerja seks komersial, tretes, kupu-kupu malam, pelacur, wanita tuna susila

BARIS: Sembilan PSK asal Prigen yang terjaring razia kepolisian, Rabu (23/5) malam lalu. Keesokan harinya razia juga mengamankan 3 PSK dan seluruh PSK yang terjaring disidang tipiring di PN Bangil. (Istimewa)

BANGIL - Momen Ramadan rupanya tak serta merta membuat praktik prostitusi di wilayah Kabupaten Pasuruan menghilang. Kenyataannya, giat esek-esek ini, masih tumbuh subur.

Terbukti dari hasil operasi yang dilakukan Satshabara Polres Pasuruan. Giat operasi yang dilakukan dua malam itu, berhasil menjaring sejumlah PSK.

Kasubaghumas Polres Pasuruan AKP Hardi menyampaikan, Operasi Pekat itu dilakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif selama Ramadan. Sehingga, kegiatan maksiat untuk menghormati mereka yang beribadah puasa bisa dilakukan.

Giat operasi PSK itu, memang tengah gencar dilakukan. Rabu malam (23/5) misalnya. Petugas berhasil menjaring sembilan PSK. Sementara Kamis malam (24/5), tiga PSK berhasil diciduk.

“Operasi Pekat ini kami gencarkan. Terutama bulan Ramadan seperti sekarang ini,” terangnya.

Petugas menyisir sejumlah kawasan yang disinyalir menjadi sarang PSK mangkal. Khususnya, daerah dingin, Prigen. Beberapa PSK yang kedapatan tengah menunggu pelanggannya, berhasil diamankan petugas.

“Mereka yang diamankan, langsung dibawa ke Mako Polres Pasuruan. Selain diberikan pembinaan, juga disidangkan tipiring di PN Bangil,” bebernya.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut bisa membuat jera para PSK. Sehingga, mereka tidak lagi beroperasi di wilayah Kabupaten Pasuruan.

(br/one/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia