Senin, 25 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kades Ditangkap Nyabu, Kecamatan Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

Minggu, 27 May 2018 06:30 | editor : Radfan Faisal

kades, kepala desa, kecamatan rejoso, ditahan, sabu, narkoba, kades nyabu

CARI MASALAH: M Khoiron saat diamankan di Mapolres Pasuruan Kota usai dibekuk usai melakukan transaksi. (Istimewa)

REJOSO - Dibekuknya seorang oknum kepala desa di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, M Khoiron (MK), 38, dipastikan tidak akan mempengaruhi pelayanan di pemerintahan desa. Pihak kecamatan menjamin dan memastikan, pelayanan terhadap masyarakat tak boleh terhambat.

Sekretaris Camat Rejoso Komari mengatakan, pelayanan masyarakat di desa yang dipimpin MK masih berjalan normal. Ia menyebut, kabar penahanan MK oleh polisi memang sempat membuat rekan sekerjanya kaget. “Kalau pelayanan masih berjalan sebagaimana biasa. Jangan sampai lah masalah ini berdampak pada pelayanan. Kan yang dirugikan masyarakat juga,” ujarnya.

Komari mengakui, jabatan kepala desa memang kosong. Namun, secara administratif, Komari menyebut kepala desa masih dijabat oleh MK. Itu terutama disebabkan persoalan administratif yang tengah berjalan. “Soal posisi kades belum ditentukan, karena sampai saat ini status MK masih aktif sebagai kades. Jadi, belum ada pejabat sementara,” ujarnya.

Ia mengaku, masih menunggu pemberitahuan resmi dari pihak kepolisian. Sebab, sejak penangkapan MK beberapa waktu lalu, pihaknya belum mendapat informasi resmi dari aparat terkait. “Memang di media sosial dan media massa sudah beredar. Tapi, kami tetap harus menunggu pemberitahuan resmi,” ujarnya.

Diketahui, Selasa (22/5) lalu, MK ditangkap Satreskoba Polres Pasuruan Kota atas dugaan kepemilikan narkoba. Dia ditangkap di depan sebuah minimarket di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Diduga, malam itu tersangka baru melakukan transaksi narkoba sebelum akhirnya dibekuk polisi pukul 00.35 WIB.

Kasat Resnarkoba Polresta Pasuruan AKP ML Tadu mengatakan, surat pemberitahuan penangkapan dan penahanan itu sudah dikeluarkan. Karena bukan pegawai negeri sipil (PNS), surat itu disampaikan kepada pihak keluarga. “Hanya saja surat-surat itu kami berikan ke pihak keluarga. Itu sudah cukup karena yang bersangkutan bukan PNS,” ujarnya.

Menurutnya, informal pihaknya telah memberitahukan penahanan MK terhadap jajaran Pemkab Pasurian. “Setelah ia resmi ditahan. Saya sendiri sudah menginformasikan ke Plt Bupati. Ke Bakesbangpol juga sudah saya infokan,” ujar Tadu.

(br/tom/rf/rf/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia