Senin, 25 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Begal di Winongan Dua Bulan Belum Terungkap

Minggu, 27 May 2018 08:30 | editor : Radfan Faisal

begal, winongan, jalan sepi, tkp, lokasi, waspada

TKP: Sejumlah warga melintas di jalan Desa Prodo, Kecamatan Winongan, yang menjadi lokasi dibegalnya Sandi, Maret silam. (Dok. Radar Bromo)

WINONGAN - Sudah dua bulan jajaran Polres Pasuruan menyelidiki kasus pembegalan terhadap Sandi dan Muhammad Yakin, di Desa Prodo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Namun, sejauh ini polisi belum berhasil mengungkapnya. Alasannya, terkendala minimnya keterangan tentang aksi kejahatan ini.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini. Di antaranya, Kepala Desa Prodo Lukman Hakim dan Kepala Dusun Jetis Ainul Yakin, yang sempat menolong korban. Serta, korban begal Sandi dan Muhammad Yakin.

Dari keterangan keempat orang ini, diketahui jika komplotan pelaku berjumlah 6 orang dan sudah mengincar korban sejak memasuki Desa Prodo. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan helm teropong dan tidak segan melukai korban.

“Memang kami sudah dapat keterangan dari empat saksi, termasuk korban. Cuma ini tidak banyak membantu. Sebab, saksi tidak dapat menjelaskan ciri-ciri pelaku dengan jelas,” ujarnya. Karenanya, meski sudah lama kasus ini belum juga terungkap.

Diketahui, Sabtu (17/3) lalu, Sandi, 17, warga Desa Prodo bersama temannya, Muhammad Yakin, dibegal di Jalan Dusun Jetis, Desa Prodo. Akibatnya, korban harus merelakan sepeda motor Honda Vario hitam-putih dibawa kabur pelaku. Tak hanya harta benda, pelaku juga membuat tangan kanan korban nyaris putus usai disabet dengan celurit.

(br/riz/rf/rf/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia