Selasa, 19 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Sering Bertengkar setelah Larang Anak Tiri Tinggal Serumah

Selasa, 12 Jun 2018 09:00 | editor : Fandi Armanto

Ono-ono ae

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

GERAH karena anak tiri nakal dan suka buat ulah, Tole (nama samaran), 38, warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menolak anak tirinya tinggal serumah. Tentu saja hal ini membuat Minthul (juga nama samaran), 24, merasa tersinggung. Pasalnya, Tole sejak awal tidak mempermasalahkan anak dengan suami sebelumnya tinggal bersama.

Akibatnya, pasangan suami-istri (pasutri) ini seringkali cekcok. Pertengkaran pun tak bisa dihindari. Rumah tangga mereka terancam bubar. Minthul mengaku benar-benar kecewa dengan sikap Tole. Padahal, seharusnya Tole mau menerima Minthul apa adanya. Termasuk anak bawaannya, Brudul (juga nama samaran), 6.

“Tapi, setelah tinggal bareng, dia tidak mau. Katanya Brudul nakal,” ujarnya. Minthul memang sudah menjanda selama 3 tahun lamanya. Dari pernikahan pertamanya, Minthul memiliki anak yang akhirnya ikut dirinya setelah bercerai. Sebagai janda beranak satu, ia cukup berat memikul beban hidup. Lantaran harus banting tulang untuk bisa makan sehari-hari.

Selain itu, stigma janda muda yang melekat pada dirinya, membuat Minthul sering jadi bahan gunjingan. “Kayak dekat sama laki-laki, langsung digosipin. Kenal sama orang bersuami, langsung disebut pelakor. Pokoknya serbasalah,” keluhnya.

Dalam hati, Minthul memang ingin segera melepas status jandanya. Namun, pria yang dekat dengan dirinya, seringkali hanya main-main alias tidak serius. Sampai akhirnya, ia bertemu dengan Tole. Laki-laki yang juga duda cerai, namun tak memiliki anak.

Dari segi ekonomi, kehidupan Tole memang pas-pasan. Dengan pekerjaan hanya sebagai karyawan toko, memang membuat Tole belum bisa membeli rumah sendiri. “Sehingga, ya masih tinggal sama ibunya. Tapi, karena dia serius mau menikahi saya, ya saya tidak menolak,” ujarnya.

Termasuk dari awal, Tole mengatakan mau menerima Brudul layaknya anak sendiri. Sehingga tak lama, mereka pun menikah dan Minthul ikut tinggal bersama orang tua Tole. Masalah mulai muncul setelah mereka tinggal bersama. Apalagi, Minthul memilih tetap bekerja lantaran penghasilan Tole pas-pasan. Tentu saja, Brudul diasuh oleh mertuanya.

“Tapi, ya akhirnya mereka ngeluh, katanya Brudul nakal. Suka ngerusak barang, termasuk sering membuat nangis anak-anak tetangga lain,” jelasnya. Minthul mengakui Brudul memang nakal. Ini, lantaran sudah lama Brudul memang diasuh orang lain selama Minthul bekerja.

Selain itu, Brudul juga tak punya sosok ayah yang bisa membimbingnya. Tapi, ternyata keluarga Tole keberatan mengasuh Brudul. Setahun tinggal bersama, Brudul tetap saja nakal dan membuat ulah. Hal itu membuat keluarga Tole juga dicap gak bisa ngasuh anak.

Kondisi itu membuat Tole meminta Brudul tidak lagi tinggal bersama. “Saya kagetlah, kalau Brudul gak boleh tinggal bareng, terus gimana? Katanya disuruh dikasihkan mantan suami saya atau diasuh orang tua saya. Saya jelas tidak terima,” katanya muntab.

Tak tahan dengan perlakuan sang suami, mereka pun bertengkar. Hingga akhirnya, karena Minthul lebih berat dengan Brudul, ia akhirnya memilih pisah dengan menggugat cerai suaminya ke Pengadilan Agama Bangil. “Lebih baik pisah saja. Karena selama menikah pun, anak saya gak dianggap anak sendiri,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia