Selasa, 19 Jun 2018
radarbromo
icon featured
Features

Inilah Wisata Religi yang Dikembangkan Desa Tambaksari, Purwodadi

Selasa, 12 Jun 2018 15:30 | editor : Fandi Armanto

wisata, religi, tambaksari, purwodadi

POTENSIAL: Gerbang menuju situs purbakala di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi. Di lokasi inilah wisata religi yang terdapat banyak arca, berniat dikembangkan. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

SEKTOR perekonomian di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan memang masih menjadi lumbung utama bagi warga Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Namun, kini pemerintah desa dan warganya tengah getol menggarap wisata religi yang bisa jadi alternatif sektor ekonomi lainnya.

----------

Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, lokasinya berada di lereng Gunung Arjuno. Sektor penggerak ekonomi warga setempat tentu tidak jauh-jauh dari peternakan, perkebunan, dan pertanian. Namun, potensi desa setempat ternyata tidak hanya di tiga sektor itu saja. Ada potensi lain yang kini tengah dikembangkan pemerintah desa dan warga setempat. Yakni, sektor wisata.

Sektor wisata yang jadi tumpuan bagi warga setempat adalah wisata religi. Di desa tersebut, terdapat sejumlah situs purbakala berupa arca, patung, dan juga makam kuno. Di antaranya milik Sepilar, Ontobugo, Tampuwono, Abiyoso, dan sejumlah tetenger zaman dulu lainnya.

Keberadaaan wisata religi ini, kemudian menjadi salah satu andalan utama perekonomian warga dan pemerintahan desa setempat. “Kami sangat bersyukur, banyak potensi ekonomi ada di desa kami. Salah satunya keberadaan wisata religi, di samping perkebunan, pertanian, dan petenakan,” kata Kades Tambaksari Jatmiko.

Keberadaan wisata religi tersebut dikelola oleh pemdes setempat sejak 2010 lalu. Bahkan, kini dijadikan prioritas utama bagi pemdes setempat selain sektor lainnya. Maklum, wisata religi tersebut kini mulai menarik banyak wisatawan. Baik lokal Kabupaten Pasuruan, maupun luar daerah. Tentu, kedatangan pengunjung itu berdampak secara ekonomi.

“Wisata religi ini mampu menyerap pendapatan lewat retribusi yang dikelola kelompok sadar wisata (pokdarwis). Rata-rata per bulan ada 350-400 wisatawan berkunjung. Bahkan, bisa tembus ribuan pengunjung saat bulan Suro (Muharam, Red),” bebernya.

Untuk memaksimalkan pengelolaan di lapangan, akses jalan menuju lokasi menjadi perhatian pihak desa. Tahun ini pemdes setempat membangun gapura sebagai penanda bagi pengunjung. Loket pembayaran retribusi juga dibuat satu pintu untuk memaksimalkan pendapatan.

Selain itu, desa juga memanfaatkan gedung BUMDEs sebagai pusat oleh-oleh. Lalu, lahan tanah kas desa yang berada di utara kantor desa, rencananya digunakan sebagai rest area sekaligus lahan parkir.

“Bagi kami, pengelolaan wisata religi ini sangat penting. Karena itu, sektor wisata juga menjadi prioritas kami pada tahun ini. Itu sebabnya, kami berusaha memenuhi sarana dan prasarana pendukung. Tentu hal itu kami lakukan secara bertahap,” terangnya.

wisata, religi, tambaksari, purwodadi

MENJUAL: Salah satu situs yang ada di lokasi. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia