Selasa, 19 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Minim Saksi, Polisi Kesulitan Ungkap Jambret Siswa di Ranggeh

Rabu, 13 Jun 2018 16:30 | editor : Fandi Armanto

jambret, hape, handphone, hp

Ilustrasi (net)

GONDANGWETAN - Pihak kepolisian masih terus menyelidiki peristiwa penjambretan di Pondok Candra Ranggeh yang terjadi senin lalu (11/6). Korps Bhayangkara ini menyebut penyidikan masih terkendala minimnya saksi yang mengetahui peristiwa ini.

Kanitreskrim Polsek Keboncandi, Bripka Sahrul mengungkapkan pihaknya masih terus menyelidiki kasus jambret yang menimpa Nur Kholis, 15. Pihaknya pun sudah meminta keterangan dari korban.

Namun, tidak banyak informasi yang berhasil digali. Korban juga tak mengenali wajah dua pelaku. Disamping itu, aksi jambret tersebut terjadi dengan cepat.

Kepada polisi, korban mengaku ia kehilangan Xiaomi Redmi Gold miliknya saat sedang asyik internetan di depan rumah Nur Hadi. Namun, tiba-tiba ada pria tidak dikenal merampas hape miliknya. Ia sempat mempertahankan dan terseret 20 meter sebelum pelaku melarikan diri.

“Penyidikan sementara, peristiwa ini murni jambret. Pelaku sekitar dua orang mengendarai motor. Perkiraan korban mengalami kerugian sekitar Rp 1 juta,” terangnya.

Seperti diketahui, naas menimpa Nur Kholis, 15, warga Pondok Candra , Desa Ranggeh, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan senin lalu (11/6). Ia harus kehilangan smartphone miliknya. Bahkan ia harus dilarikan ke IGD RSUD dr Soedarsono usai mengalami luka pada kaki kirinya saat mencoba mempertahankan dari tangan pelaku.

(br/riz/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia