Jumat, 22 Jun 2018
radarjember
icon featured
Kesehatan

Bakal Dirikan Pusat Kesehatan Pesantren

Selasa, 12 Dec 2017 06:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

Dinkes jember, realisasi 22 janji, radar jember,

REKOR MURI: Bupati Dr Hj Faida MMR bersama ribuan peserta pelatihan BLS yang memecahkan rekor MURI di Gedung Serba Guna. (humas pemkab jember for radar jember)

Bupati Jember dr Hj Faida MMR menyatakan bakal mendirikan pusat kesehatan pesantren (puskestren). Itu disampaikan orang nomor satu Jember tersebut saat memperingati Hari Santri Nasional di Alun-Alun Jember. Menurut Bupati, kalangan santri yang menimba ilmu di pondok pesantren (ponpes) juga memiliki hak sama untuk mendapatkan layanan kesehatan. 

Karena itu, Bupati Jember dr Hj Faida MMR akan mendirikan puskestren (tahap awal, pendirian puskestren akan diprioritaskan untuk pondok pesantren yang memiliki lebih dari 500 santri. “Keberadaan puskestren ini bisa juga melayani masyarakat umum di sekitar pesantren, pesantren yang akan menerima fasilitas pendirian puskestren adalah pesantren yang memiliki santri di atas 500,” ujar Bupati Faida  yang juga seorang dokter ini.

Bahkan, dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Jawa Timur yang dipusatkan di Jember memecahkan Rekor MURI dengan melatih Basic Life Support (BLS) 2.548 orang. Selain itu Bupati Faida juga telah menyerahkan sertifikat akreditasi puskesmas pada saat Gathering HKN di Pendapa Wahyawibawagraha. Yang disaksikan kepala Dinkes Provinsi Jatim Dr dr Kohar Hari Santoso. 

Selain itu, dinas kesehatan (dinkes) juga menjalankan dua program beriringan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Pertama mengembangkan pos kesehatan pesantren (poskestren) di lebih dari 150 pondok pesantren (ponpes) di Jember.  “Poskestren merupakan salah satu wujud upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) di lingkungan Ponpes,” kata dr Siti Nurul Qomariyah, kepala Dinkes Jember.  

Selain poskestren, Dinkes Jember juga sukses melaksanakan kegiatan Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) ke sekolah-sekolah SMA dan SMK di Jember. Khususnya dalam kegiatan sosialisasi tentang HIV/AIDS dan bahaya Narkoba. Tim Dinkes melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang cara penularan HIV/AIDS yang hanya terjadi melalui tiga media yaitu darah, cairan kelamin dan air susu ibu (ASI). 

Bupati Faida juga begitu peduli dengan ribuan kader posyandu. Bupati Jember dr Faida MMR menaikkan honor kader posyandu 100 persen. Yang semula Rp 50 ribu tiap bulan menjadi Rp 100 ribu untuk sekitar 14.380 kader posyandu. Untuk menghindari pungutan Honor diterima langsung kader posyandu melalui rekening Bank BRI.  

Gerakan untuk mendorong peningkatan konsumsi sayur dan buah ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Siti Nurul Qomariyah adalah satu dari tiga poin yang dicanangkan dalam Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) oleh Pemkab Jember. “Dua aspek lainnya yakni mendorong peningkatan olahraga di masyarakat serta mengajak masyarakat rutin cek kesehatan secara gratis di Puskesmas,” tutur Nurul. 

Setidaknya terdapat 4 juta tablet Fe yang akan dibagikan kepada ribuan pelajar putri di Jember. Mereka akan mendapatkan 5 tablet untuk diminum satu kali setiap hari selama lima hari. “Anggarannya dari pusat hanya mencukup 40 persen. Karena itu kita tutupi dari anggaran Pemkab, agar pembagiannya merata ke seluruh pelosok Jember,” pungkas Faida.  

Selain itu, juga ada program rehabilitasi puskesmas yang sudah mulai dilakukan. Termasuk melakukan gerakan pusat kesehatan keliling (pusling) setiap hari jumat yang dilakukan tim khusus dari Dinkes Jember. 

UPT Laboratorium Kesehatan (Labkes) PK Alkes telah  tanda tangan MOU dengan BPFK Surabaya sebagai Sister Laboretorium PK Alkes. “UPT Labkes Dinkes Jemebr bisa melayani pengujian kalibrasi alat kesehatan di wilayah Jember dengan kabupaten sekitarnya seperti Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang atau Probolinggo. Kini tidak perlu ke Surabaya lagi untuk kalibrasi alat,” imbuhnya. 

(jr/was/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia