Senin, 28 May 2018
radarjember
icon featured
Kesehatan

Terus Asah Kemampuan Relawan PMI

Rabu, 10 Jan 2018 13:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

PMI Jember,  RADAR JEMBER,

DIKLAT: Sejumlah relawan KSR PMI STIE Mandala Jember mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar KSR untuk meningkatkan kualitasnya agar selalu siaga bencana. (PMI FOR RADAR JEMBER)

Masuk musim hujan membuat PMI Kabupaten Jember termasuk korps sukarela (KSR) PMI di kampus-kampus ekstra waspada. Salah satunya dilakukan KSR PMI STIE Mandala Jember belum lama ini. KSR PMI STIE Mandala menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) bagi anggotanya. Diklatsar dilaksanakan di Desa Karangpring, Perkebunan Durjo, Kecamatan Sukorambi. 

Relawan KSR merupakan pelaksana kegiatan pelayanan yang dilakukan PMI. Baik dalam penanggulangan bencana maupun pelayanan sosial kesehatan masyarakat.  KSR  merupakan kesatuan unit PMI yang menjadi wadah bagi anggota biasa dan perseorangan yang atas kesadaran sendiri menyatakan menjadi anggota KSR.

 “Diklatsar untuk aplikasi materi ruang di lapangan secara langsung. Khususnya dalam pertolongan pertama dan simulasi bencana alam,’ kata Mansur Ketua KSR PMI STIE Mandala Jember. 

Setelah rekrutmen menjadi relawan KSR mereka akan digembleng melalui pelatihan tingkat dasar (diklatsar) KSR. Diklatsar dilakukan sebelum ke tingkat lanjutan dan spesiailisasi yang diselenggarakan oleh Markas PMI kabupaten/ kota. Sedangkan bagi anggota UKM kepalangmerahan, setelah pelatihan dasar di UKM dapat ditindaklanjuti pelatihan lanjutan di Cabang untuk menjadi anggota KSR PMI Perguruan Tinggi. 

Pelatihan spesialisasi biasanya akan diberikan kepada KSR yang siap menjadi anggota Satuan Siaga Penanggulangan Bencana (Satgana). Cakupan kegiatan tersebut pada intinya diarahkan untuk melaksanakan pertolongan/bantuan dalam kesatuan unit terorganisasi di bidang penanggulangan bencana serta pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat.

Kegiatan KSR antara lain kegiatan donor darah sukarela. Kedua, pemberian pertolongan pertama dan evakuasi pada kecelakaan, bencana dan konflik. Ketiga, dapur umum, penampungan darurat, distribusi relief, tracing and mailing untuk korban bencana. Keempat, pelayanan pada program berbasis masyarakat (CBFA/CBDP). Kelima, layanan konseling dan Pendidikan Remaja Sebaya (PRS), Pendidikan Wanita Sebaya (PWS) untuk pencegahan sebaran HIV/AIDS dan narkoba.  Keenam, ketrampilan hidup. Ketujuh, temu karya KSR dan terakhir membantu PMI cabang membina PMR. 

“Cakupan kegiatan tersebut pada intinya diarahkan untuk melaksanakan pertolongan/bantuan dalam kesatuan unit terorganisasi di bidang penanggulangan bencana serta pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat,” kata Ghufron Efyan Efendi, humas PMI Kabupaten Jember.   

Dia menambahkan, peserta yang lulus diklatsar harus mengikuti diklat lanjutan. ”Setelah lulus diklatsar, peserta harus melanjutkan ke diklat lanjut. Termasuk para calon bidan yang sudah mengikuti diklatsar,” imbuhnya.

(jr/aro/was/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia