Minggu, 24 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Ijazah Dua Paslon Dinyatakan Oke

Sabtu, 20 Jan 2018 11:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

KPU Bondowoso, Pilkada bondowoso, Radar Ijen,

VERIFIKASI IJAZAH: Tim dari Pokja Verifikasi saat melakukan pengecekan salah satu ijazah pasangan calon (Humas KPU for Radar Ijen)

Salah satu syarat sahnya pendaftaran calon bupati adalah keabsahan ijazah. Sementara syarat minimal untuk menjadi bupati, sama dengan syarat minimal menjadi gubernur bahkan sampai presiden. Yakni menggunakan ijazah SMA. Dan dua pasangan calon yang mendaftar menjadi calon bupati dan wakil bupati Bondowoso 2018, dinyatakan memenuhi syarat (MS).

Hal itu disampaikan Komisioner Divisi Teknis KPU Saifullah. Dalam hal verifikasi berkas calon, memang yang mengundang konsentrasi adalah verifikasi ijazah. Sebab tim verifikator harus melakukan pengecekan langsung ke masing-masing sekolah yang ada dalam riwayat hidup calon yang mendaftar. “Namun yang paling vital adalah yang sesuai PKPU. Di PKPU diatur minimal adalah SMA,” ujarnya. 

Dijelaskan, walau di PKPU syarat minimal adalah lulusan SMA, namun ketika menyertakan ijazah S1 maupun di atasnya, KPUD tetap melakukan verifikasi. Sehingga tim verifikator ada yang sampai ke Malang dan Surabaya untuk melakukan verifikasi berkas. Diantaranya adalah milih Hidayat dan Irwan Bachtiar.

Sementara untuk Salwa Arifin, selesai di Situbondo dan Ahmad Dhafir selesai di Bondowoso. Dan dari hasil verifikasi ijazah itu, KPUD Bondowoso menyatakan seluruh pasangan calon memenuhi syarat (MS) dalam hal keabsahan ijazah. Artinya tidak ada ijazah palsu. “Semuanya memenuhi syarat, artinya setelah dicek sesuai dengan daftar pendidikan yang dicantumkan di riwayat hidup,” paparnya.

Saifullah menambahkan, dalam verifikasi itu tidak hanya pihak KPUD saja yang terlibat. Sebab ada pihak kepolisian, Depag dan Diknas. Sehingga validitas pengecekan tidak diragukan lagi.

Dari hasil tersebut, sampai saat ini tahapan verifikasi yang sudah dilalui adalah verifikasi ijazah dan kesehatan. Namun dari beberapa calon, masih ada berkas persyaratan yang belum dipenuhi. Seperti Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar, belum mengumpulkan bukti tanda terima LHKPN. Sementara pasangan Ahmad Dhafir-Hidayat, pada saat pendaftaran juga belum melampirkan tanda terima bukti LHKPN. “Namun saat pengambilan berkas kesehatan, LO-nya menyerahkan berkas LHKPN, sehingga dinyatakan sudah lengkap,” terangnya. 

Namun sampai proses ini, seluruh pendaftar belum bisa dinyatakan resmi menjadi calon bupati dan wakil bupati. Sebab pengumuman calon itu, masih dilakukan pada 12 Februari mendatang. Sehingga pasangan calon ini kebanyakan masih melakukan tugasnya sebagai pejabat pemerintahan semuanya.

(jr/hud/sh/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia