Minggu, 27 May 2018
radarjember
icon featured
Sportainment

Persid Dibayangi Dualisme Manajemen

Sabtu, 10 Feb 2018 07:30 | editor : Dzikri Abdi Setia

persid jember, radar jember,

UPAYA Persid untuk bangkit mengejar prestasi dengan melakukan regenerasi kepengurusan masih menemui satu hambatan. Penyebabnya tidak lain masih seputar dualisme yang berujung pada legalitas. Problem ini yang menghantui Persid sejak beberapa tahun terakhir. 

Di luar Persid pimpinan Agus Rizki, Yayasan Persid yang masih dipegang oleh Sunardi mengklaim masih sah untuk mengatasnamakan Persid. Bahkan, kubu Yayasan Persid juga sudah mendaftarkan dua tim untuk bertanding di dua liga ke Asprov PSSI Jawa Timur. 

“Tidak ada dualisme. Karena secara de jure Yayasan Persid masih tetap berjalan. Tahun 2017 lalu memang saya menunjuk Agus Rizki untuk menjalankan Persid. Tetapi, mandat itu sekarang sudah habis,” tutur Sunardi. 

Dua tim yang didaftarkan oleh kubu Sunardi itu adalah tim untuk bertanding di Liga 3 dan Piala Suratin U-17 persis seperti yang dilakoni Persid pada tahun 2017 kemarin. Sejauh ini, Persid kubu Sunardi belum menunjuk nama untuk menjadi manager tim senior. 

“Untuk tim junior, saya sudah menunjuk Siti Holifah sebagai manajer. Dia adalah ibunda Bayu Gatra, pemain timnas asal Ledokombo, Jember,” tutur pria berkacamata ini. 

Bahkan, Sunardi mengklaim akan segera melakukan seleksi pemain untuk kedua timnya dalam beberapa hari mendatang. “Kita pakai Pak Jamil (Muzamil, Red) sebagai pelatih tim senior, karena dia yang sudah pernah membawa Persid promosi dari divisi I ke divisi utama,” jelas mantan legislator PPP ini. 

Agus Rizki terlihat santai menanggapi langkah Sunardi tersebut. “Silakan tim versi Yayasan Persid daftar, tapi kami sudah lebih dulu daftar ke Asprov. Yakni, pada 27 Januari 2018 kemarin,” jelas Agus. 

Demi kemajuan Persid, Agus Rizki berharap semua pihak bisa bersatu dan mendukung manajemen baru (Mirfza dkk) yang dia nilai lebih profesional dan berjiwa muda. Agus juga mengaku tidak berambisi untuk terus memimpin Persid. 

“Jabatan saya berakhir pada April ini. Setelah itu, saya tidak akan dipilih lagi dan menyerahkan kepada yayasan,” tutur Agus. Namun, dia tidak menjelaskan pihak mana yang ia sebut yayasan, karena menurutnya, Sunardi sudah mengundurkan diri dari Yayasan Persid. 

Sedangkan Manajer Persid yang baru, Mirza Rahmulyono, juga menyerukan semua pihak untuk bersatu demi kemajuan sepak bola Jember. Mirza menyerahkan pada Agus untuk menjembatani komunikasi dengan pihak Sunardi. “Kami bosan jika sepak bola dicampur aduk dengan kepentingan tertentu. Kita ingin bagaimana Persid bisa menjadi tim sepak bola modern,” tutur pengusaha event organizer ini. 

Harapan senada juga disampaikan Ketua Harian Berni yang baru, Imam Fajri Burhan. “Kalau kita terus mengakomodasi keinginan mereka. Kondisinya tetap tidak akan berubah. Maka, berilah kesempatan pada kami yang muda-muda ini untuk mengembangkan Persid lebih maju lagi,” tegas Fajri.

(jr/ad/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia