Senin, 25 Jun 2018
radarjember
icon featured
Rame-rame

Mengenal Perjuangan Pokdarwis Jenggawah Hill

Senin, 12 Feb 2018 13:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Pokdarwis Jenggawah Hill, Radar Jember,

KEINDAHAN TERSEMBUNYI: Dengan sentuhan masyarakat setempat, menjadikan Bukit Jenggawah yang kini dikenal dengan nama Jenggawah Hill menjadi salah satu jujugan wisatawan. (Pokdarwis Jenggawah Hill for Radar Jember)

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jenggawah Hill, dibangun atas dasar semangat komunitas warga Jenggawah. Berdiri sejak 1 Oktober 2017 lalu, mereka pun berani memanfaatkan gumuk yang dulunya dibiarkan begitu saja. Dengan sedikit sentuhan gumuk ini ternyata memiliki keindahan yang tersembunyi.

Semua anggota Pokdarwis Jenggawah Hill, masyarakat sekitar yang memiliki kepedulian tinggi pada lingkungan dan alam. “Kami ingin alam tetap lestari dan bisa indah berseri,” tutur Penasihat Pokdarwis Jenggawah Hill Andy Prasetyo. Apalagi, alam pun juga sudah memberikan banyak manfaat untuk masyarakat.

Meskipun baru beberapa bulan dibentuk, mereka telah berhasil menciptakan destinasi wisata baru di Kecamatan Jenggawah. Yakni dengan mengubah gumuk yang ada di Jenggawah yang selama ini hanya dilihat masyarakat dari pinggir jalan menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik. Bahkan, nama Jenggawah Hill pun mulai banyak dikenal.

Pokdarwis Jenggawah Hill, Radar Jember,

KERJA KERAS: Bukan hal mudah menjadikan Bukit Jenggawah seperti sekarang ini, namun berkat kerjasama semua pihak, berhasil merubah wujud bukit ini. (Pokdarwis Jenggawah Hill for Radar Jember)

Andy, kembali menegaskan gerakan yang dilakukan bukan semata-mata mencari keuntungan materi. Karena fokus awalnya, mengajak masyarakat untuk bersama-sama lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. “Gumuk ini dulunya dibiarkan liar. Nah ini bukti, semua yang dirawat juga bisa indah,” terangnya. Sehingga kemudian menjadi salah satu jujugan masyarakat yang hendak berwisata.

Dirinya menambahkan merawat alam tidak perlu mengubah yang sudah alami. Sekadar mempercantik apa yang sudah ada. “Tidak ada tumbuhan yang dirusak. Karena yang indah alam dan tumbuhannya,” tuturnya. Malah inilah yang menjadi keunggulan dari Jembatan Hill yang tengah dilestarikan oleh pihaknya.

Semisal ada rezeki hasil dari kunjungan wisatawan, baginya bonus untuk anggota dan sebagian disisihkan untuk kas organisasi. Tapi yang penting kata Andy, komunitas rintisannya bisa berdikari (berdiri dengan kaki sendiri) dengan semangat tak pernah mengingkari alam.

(jr/rul/ram/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia