Minggu, 27 May 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

Penataan Pasar, Warga Surati Disperindag Lagi

Selasa, 13 Feb 2018 12:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

pasar kepatihan, radar jember,

Pengurus  RW 1 Kelurahan Kepatihan kembali mengirimkan surat pada Disperindag Jember. Sebab, penataan pasar kepatihan masih belum dilaksanakan sampai sekarang. Surat tersebut berisi revisi surat edaran yang dikeluarkan oleh Disperindag Jember. 

“Kami mengirimkan revisi atas surat edaran Disperindag,” kata Santi Rahayu, ketua RW 1. Menurut dia, warga meminta penegasan agar pedagang tidak melebihi batas garis yang sudah dibuat saat proses pemetaan, sehingga jalan tetap lapang dan bisa dilewati.

Kemudian, surat edaran pada masyarakat tidak dijelaskan tentang sanksi yang tegas. Warga berharap agar petugas dari Disperindag bisa bekerja sama dengan satpol PP dalam penegakan sanksi tersebut. ”Surat itu juga tidak jelas dimulai kapan, sampai kapan dan sanksi bila tidak mengindahkan aturan,” tambahnya. 

Dia menambahkan, akses jalan yang sempit berisiko terjadi tindak kejahatan, seperti copet. Penataan yang diharapkan oleh warga bukan semata kepentingan warga RW 1, tetapi agar  pengunjung dan pembeli merasa nyaman berbelanja. Sebab, bila semua merasa nyaman, pedagang dan pembeli mampu meningkatkan jualannya. 

Dirinya sebagai ketua RW  1 berjuang untuk kepentingan dan kesejahteraan warga dan lingkungan sekitar.  Pengunjung mengeluhkan sempitnya jalan pasar. “Kami berharap kerja sama pedagang dan  warga serta  pemerintah agar bisa menata pasar  menjadi lebih baik,” katanya.

 Disperindag Jember menyebarkan surat edaran kepada para pedagang Pasar Kepatihan. Surat tersebut berisikan beberapa hal yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah waktu berjualan tidak boleh lebih dari pukul 12.00.

Kemudian, setelah selesai berjualan, pedagang merapikan tempat, seperti melepas payung atau terpal penutup dan membersihkan tempat jualan yang menggunakan jalan gang agar tidak mengganggu aktivitas warga. “Karena fungsi utama gang sebagai jalan,  pedagang harus mengubah lapak jualannya agar mudah dipindahkan,” imbuh Anas Ma’ruf Kepala Disperindag Jember. 

Selain itu, kata dia, lapak jualan yang ditinggal di jalan mengganggu aktivitas warga, sehingga tidak diperbolehkan menetap di sana. “Kami meminta agar dibuat yang mudah dipindah, sehingga tidak ditinggal di sana,” tambahnya. 

Sarana jalan yang dipakai untuk jualan juga tidak boleh diperjualbelikan. Sebab, sarana tersebut merupakan jalan umum. Bila ditemukan transaksi jual beli lokasi, di gang maupun kios milik pemerintah, Disperindag akan memberikan sanksi yang tegas. “Kami juga meminta agar pedagang ikut menjaga kebersihan, tidak mencemari lingkungan,” jelasnya. 

(jr/gus/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia