Sabtu, 26 May 2018
radarjember
icon featured
Spotlight

Perhutani Ikutan Jualan Objek Wisata

Selasa, 13 Feb 2018 05:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

geliat wisata daerah, radar jember,

Potensi wisata di Jember rupanya juga mulai dilirik Perhutani. Beberapa lahan hutan di sejumlah kecamatan di Jember digarap jadi objek wisata rintisan. Meski belum mampu menyokong pendapatan serius perusahaan, namun geliatnya diyakini menjanjikan.

Wakil Administratur Sub Selatan Perhutani Jember, Akhmad Faizal, mengakui sejak 2017, Perhutani Jember mencoba membuka bisnis baru di sektor wisata. Tak tanggung, belum setahun berjalan sudah ada 20 titik destinasi wisata rintisan baru di Jember.

Diakui Faizal, tidak semua destinasi wisata rintisannya populer jadi rujukan masyarakat. Namun, dia tetap bangga, karena dari 20 titik yang dirintis, ada 10 titik yang ramai didatangi wisatawan. “Tapi, setahun ini masih belum bisa menambah pemasukan Perhutani,” katanya.

Baginya, hal demikian wajar. Sebab, selain karena baru dibangun, destinasi wisata rintisannya juga tanpa ada subsidi dari Perhutani. Semua digarap dengan semangat swadaya. “Karyawan patungan dengan senang hati,” klaimnya.

Menurut Faizal, produksi kayu memang menjadi core business prioritas Perhutani. Namun, saat dikaitkan dengan tiga aspek pelestarian, keseriusan membangun destinasi wisata rintisan juga penting. Terlebih, tujuannya untuk peningkatan pendapatan perusahaan serta menyejahterakan karyawan dan warga sekitar. 

Faizal pun meyakini, masyarakat sekitar hutan tempat destinasi wisata rintisan bakal memperoleh multiplier effect. Sederhananya, kata Faizal, mereka bisa memanfaatkan lahan parkir dan tempat jualan. “Masyarakat menjadi mitra kami. Mereka pasti terlibat,” tegasnya.

Meski kali ini destinasi wisata rintisannya masih baru dimulai, namun semangat dan keseriusannya terus digenjot Perhutani. Semisal ada investor yang siap membiayai tempat wisatanya, pihaknya terbuka asal proses pengembangannya tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Selain itu, dia memastikan objek wisatanya juga taat pajak. Setiap wisata yang dikarcis, dipastikan ada porporasi untuk pajak daerah. Pemilik karcis secara otomatis juga terdaftar asuransi.

(jr/rul/dwi/sh/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia