Senin, 25 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Cuaca Buruk Nelayan Tekor

Selasa, 13 Feb 2018 15:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

nelayan lumajang, radar semeru,

KHAWATIR TERSAPU BADAI: Banyak perahu nelayan di pantai Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian diparkir di bibir pantai. Nelayan masih takut melaut karena angin kencang. (HAFID ASNAN / RAME)

Cuaca yang terus memburuk membuat nelayan makin khawatir. Bukan hanya di hari minggu, setiap hari dalam sebulan terakhir para nelayan di Kota Pisang tidak melaut karena cuaca buruk dan angin kencang. Akibat kondisi ini, hasil tangkapan nelayan sangat minim. 

Nelayan yang merasakan dampak cuaca itu adalah di kawasan Dusun Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian. Sutopo, salah seorang nelayan mengakui, sebulan terakhir ini buntung. Penyebabnya yakni cuaca. “Sebulan ini pokoknya gak kayak biasanya pendapatannya. Tekor,” ungkap lelaki yang sudah puluhan tahun menjadi pelaut ini. Cuacanya hujan deras disertai petir datang bertubi-tubi. 

Biasanya, lanjut dia, cuaca buruk hanya berlangsung beberapa hari, kemudian cerah kembali. “Sekarang ini cukup lama. Sebulanan hujan terus,” ungkapnya.

Selain itu, hal yang bikin nelayan gigit jari adalah terpaan angin. “Mulai pagi sampai malam anginnya kencang. Mau diteruskan ke tengah ya berisiko. Akhirnya ya pulang,” tambah lelaki 41 tahun itu.

Kemarin, dia harus segera menepikan perahunya sekitar jam 10 siang. Sebab, jika diteruskan, angin semakin kencang. Kondisi itu sudah berlangsung sebulanan. Akibatnya, tangkapan ikan menurun drastis. 

Biasanya, dirinya bisa mendapat satu kuintal ikan dalm sekali berangkat. Sekarang, mendapatkan ikan dengan jumlah itu mustahil. Dia mengatakan, dapat seperempat kuintal saja sudah untung. “Yang sering itu 10 kilo, 20 kilo bagi yang pakai perahu jukung,” tambahnya.

Dia dan puluhan nelayan lainnya memilih aman. Mereka menunggu angin normal kembali. Baru kemudian, beramai-ramai melaut lagi. “Ketimbang maksa tapi gak dapat apa-apa,” ungkapnya.

Peringatan dini cuaca hingga kemarin masih berjalan. BMKG Stasiun Meteorologi Juanda menganjurkan untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat pada siang, sore, ataupun malam hari, termasuk di Lumajang. Serta waspadai ketinggian gelombang yang mencapai 3,5-4 meter di Laut Jawa bagian timur Jawa.

(jr/fid/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia