Minggu, 24 Jun 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

Agar Bersaing, 10 Warung Dibedah

Senin, 19 Feb 2018 11:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Bedah Warung, Kementerian Perdagangan RI, Radar Jember,

DIPERBAIKI: Warung milik Irsyad, warga Dusun Prasian, Desa Jatian, Pakusari ini menjadi lebih baik setelah dibedah oleh Kementerian Perdagangan. (Rangga Mahardika/Radar Jember)

Kementerian Perdagangan RI terus meningkatkan peran pedagang kecil untuk bisa bersaing dengan ritel. Salah satunya, dengan program Bedah Warung yang dilaksanakan di 10 warung percontohan di Jember. 

Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedagang kecil di pasaran. Bahkan jika berhasil, akan dilaksanakan program serupa yang lebih banyak untuk tahun depan.

Seperti saat dilakukan peresmian Bedah Warung di Dusun Prasian, Desa Jatian, Pakusari, kemarin. Kegiatan tersebut bahkan dihadiri langsung oleh Luther Palembang, Direktur Penggunaan, dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Direktorat Jenderal Produk Dalam Negeri Kemendag RI. 

Dirinya mengatakan bahwa program ini tidak semua daerah dapat.  “Ada 22 kabupaten kota dari 500-an kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan program ini,” ucap Luther Palimbong. Salah satunya di Jember.

Dirinya menuturkan, program ini dilakukan agar pedagang kecil bisa bertarung dengan ritel. “Sehingga, meningkatkan daya saing pedagang kecil,” jelasnya. Apalagi, kini ritel juga semakin menggurita. Jika daya saing tidak ditingkatkan, maka pedagang kecil akan ditinggalkan. Padahal, ini merupakan tulang punggung perekonomian di masyarakat. Sehingga, harus ada penopang dan pengungkit agar bisa terus bangkit.

Ada sejumlah hal yang dilakukan dalam Bedah Warung ini. Diantaranya, membuat warung menjadi bersih dan ramah pelanggan. Juga ditambahkan sejumlah sarana prasarana yang lebih modern. Inilah yang bisa membuat warung pinggiran menjadi bergairah. Buktinya, dengan berbagai perubahan yang terjadi dari program Bedah Warung Kementerian Perdagangan, warung-warung ini bisa semakin bangkit memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Pihaknya menuturkan, usai memberikan program ini tidak hanya dibiarkan begitu saja. “Tetapi nanti akan kita pantau dan awasi, serta diberikan pembinaan rutin,” jelasnya. Hal ini agar para pedagang kecil ini benar-benar bisa menjalani usahanya dengan baik seperti yang diharapkan oleh kementerian. Sebab, diakuinya bahwa hal yang lebih sulit adalah membina agar tetap bisa sesuai harapan masyarakat.  Untuk mewujudkan ini, pihaknya akan terus melakukan pembinaan.

Luther menambahkan, jika memang percontohan ini berhasil, pihaknya akan terus mengembangkan program ini. Sehingga, akan semakin banyak warung rakyat yang bersaing. “Pasti tahun depan akan lebih banyak,” tuturnya. Mengenai daerah yang mendapatkan program ini, tentu perlu kelincahan dari daerah untuk mengambil program dari pusat. Sehingga, pihaknya pun berharap Jember juga demikian. Dengan harapan semakin banyak program yang dibawa ke Jember. Hal ini diharapkan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Charles Meikiansyah, salah satu tokoh yang memperjuangkan Bedah Warung menyambut baik keberlangsungan program ini. Bahkan, dirinya mengatakan, program kemendag ini hanya sebagai pemicu. “Nanti kita akan coba kepada pihak BUMN dan swasta untuk juga berperan aktif dalam program ini,” tutur Charles. Diharapkan lebih banyak lagi warung dan pedagang kecil yang mendapatkan program ini. Tentunya, hasil akhirnya masyarakat Jember semakin sejahtera. 

(jr/ram/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia