Selasa, 19 Jun 2018
radarjember
icon featured
Spotlight

Imlekan, Pasar Potensial Pelaku Wisata

Selasa, 20 Feb 2018 08:25 | editor : Dzikri Abdi Setia

imlek, spotlight, radar jember

Demam tahun baru China alias Imlek bukan dirasakan dampaknya oleh warga Tionghoa saja. Namun, demam ini juga dirasakan oleh seluruh masyarakat yang ada. Pasalnya, sejumlah pelaku bisnis dan wisata di Jember juga ikut menggaungkan tahun baru Imlek di sejumlah titik-titik keramaian di Jember.

Kita bisa melihat bagaimana sejumlah tempat hiburan, pertokoan dan mal yang berubah wajah selama hampir sepekan ini. Sejumlah dekorasi ruangan pusat keramaian juga hingga display yang ditampilkan pun tak jauh dari warna bernuansa serba merah dan emas ini. 

Sejumlah pernak-pernik Imlek pun mendominasi display yang ditampilkan kepada masyarakat. Mau tidak mau, warga Jember pun ikut merasakan demam dan nuansa Imlek ini. Karena ini menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung selama Imlek. “Seru sih, jadi lebih seru kan berganti suasana,” ucap Hatta, Warga Mangli saat ditemui di sebuah hotel kemarin.

Bukan hanya pernak-pernik saja, namun bahkan ada sejumlah hotel yang mengadakan even khusus menyambut Imlek. Seperti yang dilakukan oleh Hotel Aston Jember. Mereka menggelar family dinner dalam rangka perayaan tahun baru Imlek. “Tahun baru Imlek ini identik dengan berkumpul dengan keluarga, sehingga kami sediakan paket lengkap berkumpul dengan keluarga,” ucap Maria Renya Rosalin RG, manajer Hotel Aston Jember.

Beragam menu lain disajikan selain Teppanyaki dan Shabu-Shabu. Antara lain berbagai jenis salad, sup, chinese food, serta makanan penutup lainnya. Mereka juga menyiapkan hiburan yang menarik bagi para tamu. Di antaranya penampilan barongsai dari SMAK Santo Paulus Jember, modern dance dari Cemara Biru, serta live music. 

“Kami juga memberikan kesempatan bagi pengunjung yang ingin menyanyi karaoke, boleh membawa DVD sendiri. Kami juga menyiapkan hadiah hiburan dalam acara tersebut,” ungkap Merry, panggilan akrabnya.

Sementara itu, Teguh Suprayitno, ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Jember menuturkan Imlek menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pelaku wisata, termasuk di Jember. “Hampir semua hotel dan restoran ikut memeriahkan Imlek dengan mengubah suasana tempatnya menyambut Imlek,” ucap Teguh. 

Mereka biasanya membuat pernak-pernik terutama lobi hotel dengan suasana Imlek. Karena ini menjadi peluang potensial tersendiri bagi sisi bisnis wisata. Tema-tema seperti ini, diakui Teguh, ini juga biasa dilakukan di hari besar lainnya. Misalnya Hari Raya Idul Fitri, Natal, tahun baru dan sebagainya. “Karena dari segi bisnis sangat menunjang. Tamu yang datang juga senang karena tidak monoton hotelnya,” ucapnya.

Meskipun ikut mengubah suasana khas Imlek, namun diakuinya selama Imlek kali ini tidak semua hotel mengadakan paket dan even untuk menyambut Imlek. “Hanya beberapa hotel saja yang menyediakan paket ini. Karena pasarnya berbeda,” ucap Teguh. Diakuinya, menyesuaikan tema ini juga ikut mendongkrak hunian selama perayaan tersebut. 

Dirinya menuturkan, PHRI Jember ke depan bukan hanya sekadar ikut mengambil tema hari besar keagamaan saja. Mereka juga berniat untuk mendukung paket wisata di Jember. “Setelah ini kami di PHRI akan ikut tema JFC. Karena memang akan ada rangkaian acara JFC,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jember Arif Tjahjono menuturkan jika perayaan Imlek tahun ini cukup lumayan karena berbarengan dengan long weekend. “Ya ada peningkatan kunjungan wisatawan selama Imlek,” jelas Arif kemarin. Apalagi, ditambah dengan banyaknya even yang digelar di Jember oleh sejumlah pihak termasuk pihaknya di Pahyangan dan acara malam puncak HUT PWI.

Dia mengakui bahwa wisatawan selama tiga hari ini meningkat sampai 15-20 persen jika dibandingkan akhir pekan biasanya. Namun, diakuinya untuk tingkat hunian hotel, meskipun libur panjang tetapi peningkatannya tidak terlalu signifikan. “Kalau hunian hotel paling tambah 5-7 persen,” tuturnya. Hal ini karena memang Jember masih dikenal sebagai kota bisnis, sehingga hunian akan lebih banyak saat hari efektif.

Pihaknya mengakui tingkat hunian ini juga meningkat karena adanya even di sejumlah hotel di Jember. “Misalnya gala dinner, paket-paket tertentu khusus menyambut Imlek,” terangnya. Sehingga banyak masyarakat yang ikut merayakan Imlek bersama dengan keluarga di hotel-hotel yang ada. 

Ke depan, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan sejumlah insan pariwisata di Jember. salah satunya untuk menyambut Jember Fashion Carnaval (JFC). “JFC ini kan masuk top ten terbesar event nasional,” jelasnya. Sehingga JFC sebagai trigger ini diharapkan bisa mendukung dan memberikan dampak kepada berbagai wisata lainnya. 

(jr/ram/sh/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia