Rabu, 20 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Jangan Salah Membeli Durian

Selasa, 20 Feb 2018 12:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Musim Durian, Bondowoso, Radar Ijen,

MUSIM DURIAN: Durian adalah salah satu buah yang banyak ditemui di Bondowoso. Saat durian melimpah di Kota Tape ini. (Heru Putranto/Radar Ijen)

Bulan Februari, menjadi masa panen durian. Mencari durian kini bukan sesuatu yang sulit di Bondowoso. Hampir di seluruh wilayah Kota Tape ini memiliki potensi buah yang memiliki duri tajam di bagian kulit ini. Namun untuk para pembeli, tentu jangan sampai salah pilih. Sebab jika salah pilih, tentu tidak akan mendapat kenikmatan sebuah durian.

Bondowoso memang kawasan yang memiliki potensi durian yang melimpah. Dari data Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso, hampir seluruh kecamatan memiliki potensi durian. Sedangkan pemerintah selama ini juga menggenjot dengan pemberian bantuan bibit durian dan lain sebagainya. 

Bahkan, salah satu desa di Kecamatan Pujer tengah menggagas kampung durian. “Insha Allah tahun ini,” ungkap Ivan Ariffandi, camat Pujer. Lahan durian di Bondowoso paling luas di Kecamatan Tlogosari yang mencapai 138 hektare (ha). Disusul Kecamatan Mesan 99 ha, Wringin 99 ha, Pakem 77 ha, Sukosari 74 ha, Sumberwringin 72 ha. Disusul Pujer 37 ha. 

Rosyid, warga asal Pujer yang juga penghobi durian. Saat membeli durian, seseorang harus pandai membedakan buah durian masak dan yang belum. “Salah satunya bisa diteliti dengan suaranya,” ujarnya.

Suara itu didapat jika seseorang menggesekkan benda keras pada kulit durian. Jika suaranya seperti ada rongga, itu menjadi ciri-ciri durian tersebut masak. Namun tentu ada berbagai ciri-ciri lainnya. Jika ingin mendapat jaminan, maka seseorang bisa mencari penjual yang memberikan garansi. “Seperti saya, jika menjual durian, pasti saya garansi, ada yang tidak masak pasti kembali dan mendapatkan ganti,” terangnya yang juga beberapa kali menjual durian.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, banyak lapak durian yang memberikan garansi. Di mana ketika ditemukan durian yang tidak masak, maka langsung diganti dengan yang masak. Hal itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi para penjual durian. Sebab kepuasan pelanggan menjadi taruhan dalam bisnis ini. 

Seperti dialami Ubet, salah seorang penjual durian di Sumber Wringin. Dirinya sempat membeli durian. Rupanya dari puluhan durian yang dia beli, masih mentah. Akhirnya dia lebih baik tidak menjual dari pada merugi. “Lebih baik saya tidak menjual durian, daripada menjual durian tetapi masih mentah,” terangnya.

Sebab selama bertahun-tahun, saat musim durian, banyak yang membeli kepadanya. Mulai masyarakat sampai para pejabat. Dan menjadi jaminannya, ketika ada yang tidak masak langsung diganti baru. 

(jr/hud/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia