Senin, 18 Jun 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Samakan Persepsi Asesor Sertifikasi Dosen

Jumat, 23 Feb 2018 04:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Universitas Jember, Radar Jember, Sertifikasi Dosen,

BERI PAPARAN: Prof Dr Muhammad Zainuddin memberikan materi tentang penyamaan persepsi asesor serdos di Unej, kemarin. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

101 assessor lama dan 62 assessor baru sertifikasi dosen mengikuti uji petik di gedung rektorat lantai III Universitas Jember, Rabu kemarin (21/2). Mereka dikumpulkan dalam kegiatan penyamaan persepsi calon assessor serdos yang baru dan lama. Kegiatan tersebut merupakan syarat yang harus diikuti oleh assessor baru. 

“Unej dipercaya menyelenggarakan kegiatan ini karena sebagai perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dosen (PTPS),” kata Akhmad Taufiq, ketua LP3M Universitas Jember. 

Menurut dia, ada 101 assessor lama dan 62 assessor baru yang mengikuti kegiatan tersebut. Tujuannya untuk menyamakan proses dan prosedur penilaian, seperti dokumen. Selain itu, bila ada assessor yang menyatakan lulus, namun satunya tidak lulus, sehingga harus ada pihak ketiga untuk memastikan bahwa lulus sertifikasi dosen. “Mereka harus ikut materi dari narasumber yang sudah ditunjuk oleh direktur karier dan kompetensi,” jelasnya. 

Assessor, lanjut dia, harus memenuhi kualifikasi, yakni profesor, doktor, dan jabatan lektor kepala serta sudah memiliki sertifikat pendidik. Mereka memiliki kesempatan menjadi assessor jika memenuhi syarat tersebut. Kemudian, bisa menilai para dosen yang mengikuti proses sertifikasi dosen. “Kami menerima seluruh dosen di Indonesia  dalam penilaian serdos,” tambahnya.

LP3M, kata dia, akan menetapkan assessor yang dimiliki perguruan tinggi sesuai dengan bidangnya. Assessor tersebut tidak hanya untuk Universitas Jember. Tetapi, semua perguruan tinggi di Indonesia. 

Dosen yang hendak mengikuti sertifikasi harus memiliki jabatan fungsional, minimal asisten ahli selama dua tahun. Kemudian, juga harus lulus tes kompetensi akademik dan memiliki NIDN. “Sekarang ada syarat itu, kalau dulu tidak ada tes ini, dulu hanya portofolio,” terangnya. 

Setiap tahun selalu ada perekrutan sertifikasi dosen. Bahkan, Unej sudah pada tahap gelombang pertama. “Kami ditunjuk menyelenggarakan tes kemampuan dasar akademik,” imbuhnya. 

Ketika ada tugas penilaian sertifikasi dosen, para assessor itu akan dikirimkan sesuai dengan kemampuannya, mulai dari bidang eksakta atau sosial humaniora. “Tidak semua PTN sebagai PTPS, Unej yang ditunjuk,” pungkasnya. 

(jr/gus/hdi/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia