Sabtu, 23 Jun 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

Cabai Rawit Tembus Rp 70 Ribu

Rabu, 07 Mar 2018 06:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Harga Cabai Naik,

MELONJAK: Harga cabai rawit naik tajam dalam rentang waktu tiga pekan terakhir. Bahkan, harga cabai rawit merah sudah mencapai Rp 70 ribu tiap kilogramnya, (HERU PUTRANTO/RADAR IJEN)

Dalam tiga pekan terakhir, harga cabai di pasar tradisional Bondowoso merangkak naik. Harga cabai rawit kualitas super saat ini mencapai Rp 60.000 per kilogram (kg). Padahal, umumnya harga cabai ada di kisaran Rp 30.000 per kilogram (kg). Itu disampaikan salah sorang pedang di Pasar Induk Bondowoso, Andre.  

“Hampir semua jenis cabai mahal. Yang paling mahal cabai rawit kualitas super (merah). Cabe rawit lokal di bawahnya sedikit harganya, “ katanya.

Para pedagang tidak mengetahui secara pasti penyebab harga cabai tinggi, karena biasanya harga pangan pasca tahun baru atau natal perlahan turun, tidak semahal periode bulan Ramadan atau Idul Fitri. “Mungkin karena cuaca buruk, produksi panennya tidak bagus hingga stok tidak banyak,” kata Bu Marya, pedagang lain di Pasar Induk Bondowoso.

Para pembeli berharap, harga cabai bisa turun. Sebab, saat harga cabai mahal, pihak yang dirugikan tidak hanya pembeli, tetapi juga para pedagang. “Ya, biasanya kalau harga mahal pembeli sedikit. Kan sama-sama rugi juga,” keluhnya.

Sementara, harga pangan lain seperti sayuran, bawang putih, dan bawang merah terpantau aman. Padahal, komoditas pangan ini beberapa pekan sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga. Bawang putih sepekan yang lalu sempat Rp 27.000 per kilogram. Saat ini, sudah turun menjadi Rp 24.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan di beberapa lapak pedagang di Pasar Induk Bondowoso, harga cabai pada hari ini memang lumayan tinggi. Cabai merah besar Rp 36.000 per kilogram, kemudian cabai  rawit merah Rp 70.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 50.000 per kilogram. Hampir semua harga cabai mengalami kenaikan dibanding hari-hari sebelumnya.

Kondisi mahalnya harga cabai dianggap tidak menguntungkan bagi para pembeli karena cabai adalah salah satu bahan pangan yang wajib ada di dapur. Meskipun mahal, para pembeli terpaksa tetap membeli, tapi dengan menyiasati sesuai kekuatan kantong. “Naiknya nggak umum, sudah sejak dua minggu yang lalu. Cabai rawit merah semingguan yang lalu lima puluh ribu per kilo. Awal Maret ini sudah tujuh puluh ribu per kilo. Maunya beli agak banyak, tapi karena mahal, ya beli secukupnya,” jelas Lina, saat di temui di Pasar Induk Bondowoso. 

(jr/her/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia