Jumat, 22 Jun 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

PDAM Bakal Lakukan Harmonisasi Tarif

Kamis, 08 Mar 2018 11:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

PDAM Jember,

PDAM menatap tahun 2018 dengan rasa optimisme tinggi. Apalagi, PDAM Jember tahun 2017 lalu mendapatkan keuntungan Rp 1,6 miliar. Itu lebih besar dari perolehan laba tahun 2016 lalu yang mencapai Rp 1,2 miliar. Bahkan, PDAM Jember ikut menyumbangkan PAD Rp 600 juta. 

Untuk itu, PDAM Jember akan melakukan penambahan 2.500 pelanggan baru tahun 2018 ini. Dengan rincian, 1.000 pelanggan baru yang mendapatkan program penyambungan gratis untuk masyarakat duafa, plus 1.500 pelanggan baru umum. Dengan tambahan 2.500 pelanggan baru, maka total pelanggan PDAM hingga akhir 2018 menjadi 38.500. Bahkan, PDAM Jember menargetkan pada 2021 mendatang sudah ada 50.000 pelanggan. 

PDAM Jember belum lama ini juga telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. PDAM Jember menduduki peringkat 17 dari seluruh PDAM di Indonesia. Manajemen melakukan perbaikan dalam pelayanan. Salah satunya membangun sistem penagihan yang efektif. Sebab, PDAM dinilai dari aspek kinerja, kemudian pelayanan operasional dan sumber daya manusia (SDM). 

Selain menambah pelanggan baru secara masif, PDAM Jember juga berencana melakukan harmonisasi tarif. Sebab, penyesuaian tarif terakhir dilakukan PDAM tahun 2013 silam. “Harmonisasi tarif PDAM berdasarkan Permendagri Nomor 70 dan Nomor 71 Tahun 2016,” imbuhnya. 

Dia menjelaskan, harmonisasi tarif PDAM mengacu pada besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember yang mencapai sekitar Rp 1,9 juta. Maksimal, 4 persen dari UMK, jika UMK Jember sekitar Rp 1,9 juta, maka bisa Rp 80 ribu. Padahal, tarif PDAM kisaran Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu,” imbuhnya. 

PDAM Jember menyiapkan harmonisasi tarif setelah dari pihak Pemkab Jember dan dari DPRD Jember memberikan lampu hijau. “Baik dari eksekutif maupun legislatif sudah memberikan lampu hijau akan harmonisasi tarif. Malah ada fraksi yang menyatakan dukungan harmonisasi tarif PDAM Jember,” terangnya. 

PDAM Jember juga telah melepas air mineral Hazora untuk berdiri sendiri. Hazora kini ditangani oleh manajemen tersendiri yang lepas dari PDAM. “Hazora dikelola oleh manajemen sendiri. Hazora saat ini mampu memproduksi 300 boks gelas tiap harinya, PDAM mendorong Hazora naik menjadi 1.000 boks gelar tiap hari,” imbuhnya. 

Oleh karena itu, PDAM akan meningkatkan kapasitas mesinnya. Selain itu, akan membangun tempat produksi sendiri di dekat sumber airnya di Sumber Teles, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang. Apalagi, pengembangan Hazora akan menggunakan dana penyertaan modal Rp 7 miliar dari APBD Jember. Dana tersebut juga untuk meningkatkan kapasitas produksi di Wirolegi dan Pakusari.

(jr/aro/ras/dwi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia