Selasa, 19 Jun 2018
radarjember
icon featured
Mak Taker

Maunya Ngantar Anak Sekolah tapi Bablas Dibawa Pulang

Sabtu, 10 Mar 2018 05:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

cong kenek,

Harus fokus, jangan ngelindur. Apalagi jika bawa anak kecil. Masak sih, niatnya ngantar ke sekolah, so kecil kok malah dibawa pulang pagi. Ilang fokus karena pilkada tah?

Sejatinya sudah kebiasaan. Setiap pagi Cong Kenek asal Sukodono ini mengantar si kecil ke sekolah. Setiap pagi dia membonceng dua anaknya dengan sepeda motor matic andalan keluarganya. 

Tapi kali ini beda. “Wes Ma? Ayo arek-arek ndang disiapne, terus tak jak budal,” ungkapnya. Yu Tub segera menyiapkan, lalu menaikkan Mat Pi’i anak pertamanya dan si Sri anak keduanya ke atas sepeda motor. “Ati-ati ya Pa, belajar yang rajin ya Rek,” pesan Yu Tub.

Bergegaslah Cong Kenek mengantar dua anaknya. Anak pertama diantarkan ke SD Islam. Setelah turun dari jok belakang, bersalaman lalu berpamitan masuk melintas gerbang sekolah. “Jangan nakal ya Kak. Kalau ada ustazah mengajar, jangan dikerjain terus,” candanya melepas Mat Pi’i.

Usai itu, Cong Kenek menelepon sambil berjalan. HP-nya diselempitkan di sela-sela helm sambil telepon ke sana-kemari menghubungi teman etim suksesnya. Sementara si Sri dibonceng di jok depan.

Sambil menyetir, dia ngomong ngalor ngidul. Sampai akhirnya tiba di rumah. Di saat itulah, Yu Tub menyambut dengan panik. “Loh, opok’o Pa, kok digowo balik Sri iki,” tanyanya. 

Cong Kenek terhentak kaget. “Waduh, loh kok iso seh Ma,” ucapnya dengan mata terbelalak. “Papa iki mah, aku wes bilang dari tadi gak direken. Pon teleponan terus Ma,” ucap Sri protes.

Cong Kenek langsung kena semprot Yu Tub. “Ancene wes tambah tuwek gak tambah genah. Happeeeee ae diurus. Telepon wedokan endi seh, sampek lali nganter anake,” ucapnya culas sambil melotot. 

“Anu Ma, telepon relawan-relawan mau iku. Sori lali,” ucapnya sambil tergesa-gesa membalikkan sepeda motornya kembali mengantar si kecil ke SD Al Ikhlas.

Di saat itulah, Yu Tub mengamuk sembari berpesan. “Iyo wes terusno dadi etim sukses iku. Nganti lali anak bojo. Wong lanang ediaaan,” ucapnya yang tak dihiraukan Cong Kenek karena ketakutan anaknya terlambat masuk sekolah. 

(jr/fid/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia