Minggu, 24 Jun 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Pelantikan Pertama Setelah Alih Status

Sabtu, 10 Mar 2018 13:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

Fakultas Keperawatan Universitas Jember,

PROSESI WISUDA: Dalam prosesi pelantikan dan sumpah perawat di Gedung Keluarga Alumni Universitas Jember, Rabu (7/3) lalu, 17 perawat baru resmi disumpah dan siap diterjunkan ke masyarakat. (Fakultas Keperawatan Universitas Jember for Radar Jember)

Dengan beragam tantangan yang harus dihadapi di era persaingan global saat ini, perawat menjadi salah satu profesi yang wajib memiliki kompetensi sempurna. Ini menjadi fokus utama yang dipegang Fakultas Keperawatan Universitas Jember saat ini, terlebih lagi setelah menjalani peralihan status dari Program Studi Ilmu Keperawatan.

Hal tersebut diungkapkan Dekan Fakultas  Keperawatan Ns. Lantin Sulistyorini SKep Mkes usai prosesi pelantikan dan pembacaan sumpah perawat Rabu (7/3). 17 perawat yang dilantik ini terdiri dari enam mahasiswa reguler dan 11 mahasiswa alih jenis. Dari 17 perawat tersebut, predikat lulusan terbaik diraih oleh Sena Wahyu Purwanzah SKep Ners dengan IPK tertinggi 3,96. Sedangkan, rata-rata IPK dari seluruh wisudawan adalah 3,84. 

Menurut Lantin, sebagian dari alumni ini bahkan sudah diterima bekerja sebelum lulus. Dua orang telah bekerja di RSD dr Soebandi, empat orang di RS Paru, dan satu orang di RS Jember Klinik. “Fakultas Keperawatan akan terus mencetak para perawat  profesional yang siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember melantik dan menyumpah 17 perawat baru di gedung Kauje Unej kemarin (7/3). Sumpah dan pelantikan tersebut merupakan yang pertama setelah beralih status dari Prodi Ilmu Keperawatan menjadi Fakultas Keperawatan.

Sejak berdiri tahun 2005 lalu, Unej sudah meluluskan 389 pendidikan profesi ners. Mereka sudah menjadi bagian alumni yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. “Mereka mengabdi di tingkat klinik sampai pendidikan,” tuturnya. 

Profesi alumni, lanjut dia, cukup beragam. Bahkan, ada yang sudah menjabat sebagai dekan  Fakultas Keperawatan di Universitas Nurul Jadid Probolinggo. Selain itu, masih banyak lagi yang berkarier di berbagai rumah sakit. 

Tantangan perawat sekarang juga disampaikan oleh Ns Handono Fatkhur Rahman, salah satu alumni yang sudah menjadi dekan. “Sekarang era pasar bebas, lulusan perawat harus siap bersaing dengan tenaga asing, harus memanfaatkan jaringan alumni,” pungkasnya.

(jr/lin/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia