Senin, 18 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Gotong Royong Bikin Ogoh-ogoh

Minggu, 11 Mar 2018 15:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Hari Raya Nyepi, Ogoh-Ogoh,

TINGGAL FINISHING : Pembuatan ogoh-ogoh di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari ini sudah hampir rampung. Ogoh-ogoh itu nantinya akan diarak keliling kampung saat perayaan Hari Raya Nyepi. (Qomaruddin Hamdi / Radar Jember)

Hari Raya Nyepi sudah tinggal menghitung hari. Menyambut hari raya Nyepi, akan dilakukan beberapa upacara adat, diantaranya mengarak ogoh-ogoh keliling kampung.

Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, salah satunya. Desa yang memiliki dua pura itu sudah mempersiapkan ogoh-ogoh yang hampir selesai. 

Uniknya, pembuatan ogoh-ogoh tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu saja. Umat Islam juga total membantu pembuatan ogoh-ogoh. Hal itu terlihat selaras, toleransi dalam beragama sangat terlihat di kawasan tersebut.

Miko, salah seorang umat muslim yang ikut membantu pembuatan ogoh-ogoh mengatakan, jika sudah menjadi tradisi. Jika umat Hindu mengadakan semua acara, umat muslim ikut membantu menyukseskan acara tersebut.

Begitu juga sebaliknya, jika umat muslim mengadakan sebuah acara, umat Hindu juga turut membantu. "Memang sudah dari dulu dilakukan. Kami sering bantu untuk mensukseskan acara umat Hindu dan begitu sebaliknya," katanya.

Sementara itu tokoh agama Hindu setempat, Suroto mengatakan menyambut hari raya Nyepi, Desa Sukoreno mempersiapkan lima buah ogoh-ogoh. Lima ogoh-ogoh tersebut dibuat dari dua pure yang ada di desa tersebut.

Dua pura tersebut berada di Dusun Krajan Kidul, Pura Perwitosari dan Pura Swasti Darma yang berada di Dusun Kandangrejo, Desa Sukoreno, Umbulsari. "Tahun ini ogoh-ogoh yang kami buat bertemakan Perwujudan Butakala," katanya.

Dia menambahkan, kerukunan antar ummat beragama di desanya memang sudah tercipta sejak lama. Dan setiap tahunnya, umat Islam dan Hindu saling gotong-royong membuat ogoh-ogoh untuk menyambut hari raya Nyepi.

Dalam artian, kerukunan tersebut sebagai wujud dimana setiap acara di desa tersebut merupakan kehendak bersama. "Ini merupakan kehendak bersama dalam menyukseskan acara pada setiap agama yang ada di Desa Sukoreno ini," tuturnya. 

(jr/mar/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia