Selasa, 19 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Ribuan Pil Koplo Siap Disebar ke Terminal

Minggu, 11 Mar 2018 10:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

Pil Koplo, Polres Lumajang,

ribuan pil koplo dalam kemasan yang gagal diedarkan untuk kalangan pengamen di Terminal Minak Koncar, Lumajang. (Khawas/ Radar Semeru)

Sebanyak 6.755 pil koplo rencananya bakal diedarkan oleh Dedy Kurniwan, 30, pemuda Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecama­tan Kedungjajang. Dia mena­warkannya Rp 50 per bungkus kepada pelanggannya yang sebagian besar adalah penga­men jalanan. 

Ribuan pil berlogo DMP itu ditemukan oleh Satuan Re­serse Narkoba (Satreskoba) Polres Lumajang dari dalam rumah Dedy, Kamis malam (8/3). Keseluruhannya terpi­sah dalam empat tas kresek berisi kantung-kantung plastik kecil be­risi pil warga coklat muda. 

Pengakuannya kepada petugas, ribuan pil terlarang itu merupakan sisa dagangan­nya yang belum terjual. Dia menyasar para pengamen jalanan di areal Terminal Minak Koncar, Wonorejo dengan harga Rp 50 ribu per kantung. “Kepada kami, pelaku menga­ku bahwa satu kantung berisi rata-rata 10 butir,” kata Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Prio Purwandito. 

Dalam sehari, Dedy bisa menjual rata-rata empat kantung pil berlogo DMP itu. Sudah enam bulan dirinya menja­lankan bisnis terlarang itu. Adapun barangnya diperolehnya dari seseorang yang dia sendiri (berdasarkan penga­kuannya kepada petugas) tidak tahu alamatnya, juga nomor teleponnya. “Dia mengaku dapat dari orang lain yang dia sendiri tidak kenal, dititipi,” terang Prio. 

Dalih Dedy kepada penyidik itu, kata Prio, membuat pihaknya kesulitan un­tuk melakukan pengembangan ke atas. Padahal, pasti ada pedagang yang ska­lanya lebih besar, yang selama ini me­nyuplai pil koplo kepada Dedy. 

Sebelum menjalani profesi itu, Dedi adalah seorang pengangguran. Sudah lama dia menjadi tunakarya, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk men­jalani profesi sebagai penjual obat keras berbahaya (okerbaya). 

Alih-alih jadi pengusaha sukses, Dedi kini justru terancam pidana 15 tahun penjara setelah ditetapkan sebagai ter­sangka. Polisi menjeratnya dengan Pa­sal 197 subsider 196 UU RI No. 36 Tahun 2009. Sementara, ribuan pil keras yang dia simpan, saat ini sudah dikirim ke laboratorium forensik (lapfor) Surabaya. 

(jr/was/sh/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia