Sabtu, 23 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember
Kasus Pemukulan terhadap Guru

Murid SMK Jadi Tersangka

Senin, 12 Mar 2018 06:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Siswa Pukul Guru, Guru Murid Berkelahi,

Kasus pemukulan siswa pada gurunya di SMKT Balung, sepekan lalu, memasuki babak baru. Rupanya, kasus itu terus berlanjut ke persoalan hukum pidana. Bahkan, polisi sudah menetapkan tersangka berinisial AF. Namun, nama tersangka ini berbeda dengan nama siswa yang dilaporkan sang guru.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Erick Pradana mengakui, sesuai surat laporan polisi nomor: LP/170/II/2018/Jatim/Res Jember menjelaskan, guru bernama Jefri Adiksa Surya melaporkan muridnya sendiri berinisial N. Korban terpaksa melapor karena merasa telah dianiaya oleh N.

Namun, setelah polisi memeriksa beberapa saksi, ternyata N tidak disebut sebagai siswa yang memukul korban. “Saudara N, menurut pengakuan saksi, hanya melerai saat pertikaian terjadi,” terangnya.

Ternyata, siswa yang memukul korban tak lain adalah AF. Meski demikian, Erick mengakui, pihaknya sangat berhati-hati saat menetapkan status tersangka pada AF. Terlebih, tersangka masih di bawah umur dan tentu berkaitan dengan masa depannya. 

Menurut Erick, AF akan diperiksa sebagai tersangka pada Senin (12/3) besok. Lagi-lagi, mengingat usia tersangka yang masih di bawah umur, pihaknya pun harus sangat berhati-hati. “Kami mempertimbangkan psikologisnya. Meski kami juga tetap harus tegas menjalankan proses hukumnya,” imbuhnya.

Kasus itu bermula ketika media sosial ramai memberitakan laporan polisi oleh seorang guru SMK Teknologi Balung yang mengaku dianiaya muridnya sendiri. Berita tersebut ramai disebar sampai beredar di media sosial Facebook.

Dalam kasus ini, korban Jefri mengaku telah dianiaya muridnya dengan dipukul kepala bagian belakang. Bukan hanya itu, dalam surat laporannya tersebut, kaki sebelah kanan juga ditendang sampai yang bersangkutan terjatuh.

Sesuai laporan polisi, Jefri bersama guru lainnya yakni Suryadi (atas pemerintah kepala sekolah) menggelar razia obat keras yang dikhawatirkan dikonsumsi muridnya. Dia pun masuk ke kelas 1. Karena diperintah pimpinannya, dia pun menggeledah tas siswa satu per satu.

Seorang murid sempat dia tegur. Namun, murid lainnya ada yang tidak terima. Kemudian, murid ini memukuli Jafri sampai guru tersebut terjatuh. Tidak selesai di sana, muridnya pun mengeluarkan kata-kata kotor padanya. Merasa tidak terima, guru kelahiran 18 Juni 1984 yang tinggal di Sumbersari ini langsung ke Polres Jember untuk melaporkan kejadian tersebut.

Jawa Pos Radar Jember sempat mengonfirmasi salah seorang guru di SMKT Balung. Sumber yang tidak mau disebutkan namanya tersebut mengatakan, kasus itu sejatinya tidak sama seperti dalam laporan polisi. “Saksinya murid satu kelas,” ungkapnya.

Sumber tersebut mengakui bahwa mulanya memang ada kegiatan rutin pemeriksaan barang larangan sekolah. Kemudian, semua murid di kelas diminta maju ke depan kelas. Namun, satu di antara siswa di kelas tersebut tidak segera maju ke depan kelas sesuai perintah Jefri.

Bahkan, saat jalan ke depan, siswa tersebut terlihat memperlambat jalannya. Seketika itu, Jefri langsung muntab memarahinya. “Yang memukul duluan Pak Jefri. Dia marah karena siswanya dinilai tidak menuruti pemerintahnya,” akunya.

Siswa lain yang tahu Jefri memukul siswa lantas tak terima. Sebab, siswa ini diketahui baru keluar dari rumah sakit karena terserang penyakit TBC. Siswa yang tak terima pun langsung melakukan serangan balasan. 

“Pak Jefri lalu dikeroyok karena telah memukul siswanya yang sakit itu. Ceritanya, anak-anak tidak terima,” imbuhnya.

(jr/rul/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia