Sabtu, 23 Jun 2018
radarjember
icon featured
Features
Iva Amelia, Racer Perempuan Jember

Berawal dari Motocross, Koleksi Lebih dari 40 Trofi

Senin, 12 Mar 2018 09:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Iva Amelia, Racer Perempuan Jember,

PEMBERANI: Iva Amelia, usai berlatih di JSG beberapa waktu lalu. (Jumai/Radar Jember)

Sebagai salah satu jenis olahraga keras, motocross identik dengan maskulinitas. Iva Amelia menjadi satu-satunya racer perempuan di Jember. 

Sore itu, asap mengepul dari salah satu sudut di areal Jember Sport Garden (JSG) Ajung. Belasan pasang mata tertuju pada beberapa motor balap yang sedang berlatih di JSG. Setelah latihan usai, para racer tersebut beristirahat. Saat membuka helm, tersembul rupa seorang gadis muda yang masih mengenakan seragam keamanan road race. Dialah Iva Amelia. 

Sosok Iva Amelia bisa menjadi pemandangan langka di kalangan road race. Sebab, dia merupakan satu-satunya racer –sebutan untuk atlet road race- perempuan di Jember. “Saya belum setahun menekuni road race. Baru mulai Oktober tahun lalu,” tutur Iva. 

Di balik sosoknya yang kalem, Iva menyimpan segudang potensi dan prestasi. Tak heran, karena jiwa bermotornya diturunkan dari sang ayah, Juto Pradana yang juga mantan racer. “Ayah sekarang pensiun dan fokus melatih saya di road race,” tutur bungsu dari dua bersaudara ini. 

Wajar jika Iva kini kerap meneguk prestasi di olahraga yang menguji adrenalin ini. Pasalnya, ia sudah sejak lama berlatih dan mengasah kemampuan dengan pertama kali menjajal motocross. “Aku mulai menekuni motocross sejak kelas 3 SD. Sebelumnya, aku sama sekali tidak tertarik dan tidak pernah menonton,” ujar Iva. 

Saat kelas 3 SD, sang ayah mengajak Iva menyaksikan perlombaan motocross. Dari situlah, ketertarikan Iva kepada olahraga adrenalin ini langsung membuncah. Iva menekuni motocross selama beberapa tahun sebelum akhirnya terjun ke road race. “Kalau motocross lebih mudah karena balapannya di Lumpur. Sedangkan road race, kita balapannya di aspal, lebih berisiko dan sekaligus menantang,” katanya. 

Selama beberapa tahun menggeluti motocross, sudah banyak prestasi yang Iva raih. “Total mungkin ada 40 trofi sampai sekarang,” ujar Iva setengah malu-malu saat ditanya capaiannya itu.,

Salah satu yang paling berkesan adalah ketika dia berhasil menjadi juara 1 di Kejurnas Motocross di Madura beberapa tahun silam. Saat itu, ia masih kelas 4 Sd atau setahun setelah menekuni motocross. 

“Waktu itu saya dapat juara satu di kelas mini motor usia maksimal 12 tahun. Lumayan sih, hadiahnya Rp 1,25 juta. Memang kalau di motocross hadiahnya tidak sebesar di road race. Kalau di road race hadiahnya bisa di atas Rp 2 juta,” cerita alumnus SMKN 1 Jember tahun 2016 ini. 

Setelah beberapa tahun berkecimpung di motocross, Iva memilih berhenti dan beralih ke road race. Ia ingin fokus ke road race karena tantangan dan gengsi yang lebih tinggi. “Road race lebih bergengsi dan cepat naik daun kalau sukses ketimbang motocross,” tutur gadis asal Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari ini. 

Keinginan untuk beralih dan fokus ke road race sebenarnya sudah lama terlintas di pikiran Iva. Namun, itu harus tertunda karena menunggu restu dari sang bunda, Haibuma. “Sebelumnya, ibu belum mengizinkan karena takut. Tapi, setelah melihat saya ikut lomba dan juara, malah mendukung,” tutur Iva. 

Sebagai satu-satunya racer perempuan di Jember, tak jarang Iva merasa aneh. “Kadang dianggap aneh oleh orang lain. Saya juga kadang merasa aneh saat sedang berlatih, karena saya seorang perempuan,” jelas Iva. 

Beruntung, Iva mengaku didukung dan dimotivasi oleh lingkungan sekitarnya, terutama teman-teman berlatihnya. “Aku bangga karena bisa ikut lomba, apalagi kalau mewakili Jember,” ujar gadis yang kini tergabung dalam Tim Bintang Motor Bondowoso. 

Selama beberapa bulan menekuni road race, tercatat sudah ada beberapa kejuaraan penting yang ia ikuti. “Pertama kalinya, akhir 2017, aku ikut road race di Probolinggo bareng team BDS. Cuma, waktu itu belum dapat podium,” jelas Iva. 

Kemudian, di Bondowoso Iva kembali mengikuti kejuaraan level nasional. “Aku pakai putri Kades Binakal Bondowoso sama Libas Madura dapet podium pertama kali nomor 4 kelas bebek 2T sama nomor 5 kelas MP5,” tutur Iva. 

Selanjutnya, di Kejurnas Ponorogo, Iva berhasil menggondol juara 2 kelas matic 115cc  bersama team Masna GPC Blitar. Gelar juara 2 kembali Iva raih dalam kejuaraan di beberapa bulan kemudian. “Di  Bojonegoro, aku juara 2 matic 115cc bersama team Libas Anak Sayang Madura,” ungkap Iva. 

Menekuni motocross, menurut Iva kuncinya adalah banyak berlatih dengan didampingi pelatih yang tepat. Selama ini, Iva bersyukur belum pernah merasakan grogi saat berlomba. “Kuncinya banyak berlatih dengan benar. Selain itu, berdoa,” tutur Iva. 

Pada 11 Maret 2018 mendatang, Iva akan kembali berlaga di kejuaraan level nasional di Ponorogo. Kali ini, dia dipercaya untuk bergabung dalam Puji Rahayu, salah satu tim besar di kancah motocross nasional. Selain itu, karena prestasinya di usia muda, Iva juga menjadi bintang tamu. “Senang dan bangga, karena fotoku dipajang di banner di event tersebut,” tutur Iva. 

Dengan berhasil meraih beberapa trofi tingkat nasional di usianya yang belum genap 20 tahun, membuat semangat Iva makin berkobar. “Aku pingin lanjutkan prestasi ke tingkat internasional sebagai racer,” pungkas Iva mantap. 

(jr/ad/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia