Senin, 18 Jun 2018
radarjember
icon featured
Rame-rame
Komunitas Pemberdayaan Perempuan Pasar Kita

Miliki Anggota Sekitar 1800-an

Senin, 12 Mar 2018 10:30 | editor : Dzikri Abdi Setia

Komunitas Pemberdayaan Perempuan Pasar Kita,

BERDISKUSI: Bukan sekadar berjualan, sesama anggota Pasar Kita biasanya saling memberikan masukan agar produk dan layanan jualan antar anggota bisa semakin maju dan laris. (Pasar Kita for Radar Jember)

Pasar Kita memang menjadi grup pemberdayaan kepada perempuan di Jember. Menariknya, pihaknya tidak membatasi anggota yang tergabung di grup Pasar Kita. Mereka hanya perlu memberikan nama terang dan menampilkan foto WA. Bahkan, jika sudah masuk anggota, maka akan bisa menjadi admin dalam grup. 

Sehingga, mereka bisa mengajak teman sebanyak-banyaknya untuk bergabung dalam grup tersebut. Saking flexibel-nya, kini anggotanya menjadi sangat banyak di seluruh Kabupaten Jember, yakni sekitar 1800an. Oleh karena itu, pihaknya kemudian memecah agar tidak hanya dalam satu grup saja. “Selain pasar induk (kabupaten), juga ada 32 grup Pasar Kita kecamatan,” jelas Sulis, pencetus grup ini. 

Bukan hanya sekadar di WA, grup ini sudah melakukan banyak sekali bazar produk mereka hampir setiap bulan. “Nanti akan dilakukan di semua kecamatan di Jember,” jelasnya. Sehingga, makin banyak perempuan Jember mandiri secara ekonomi. Harapannya, di setiap kecamatan, para anggota ini bisa berkegiatan sendiri, termasuk menggelar bazar untuk menjual berbagai produk mereka. 

Inilah yang diakui sedikit banyak bisa membantu masyarakat, utamanya perempuan untuk lebih bisa memberikan kemandirian ekonomi bagi anggotanya. Selain melaksanakan kegiatan swapasar, pihaknya juga mengadakan swabelajar. Misalnya, adanya barang baru yang dijual di grup, maka anggota lain tidak berhak melakukan bullying, bahkan diberikan saran anggota lain agar produk tersebut bisa laku. Misalnya diajarkan cara membungkus, memasarkan, dan sebagainya. 

“Pernah juga kopdar Swabelajar. Kalau grup lain pasti memanggil tentor yang sudah profesional atau sudah berhasil. Kalau kita anggota sendiri yang mengisi,” jelasnya. Sebab yang lebih mengerti dan paham kondisi perdagangan dan perempuan di Jember adalah anggota sendiri. Sehingga, mereka memberikan cara-cara jualan agar bisa laku.

“Termasuk juga cara memasarkan dan memberikan branding pada produknya,” jelasnya. Kemudian, mereka bersama memasarkan produk itu kepada masyarakat. Tentunya, lebih menghasilkan rezeki bersama untuk kemandirian ekonomi masyarakat.

(jr/ram/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia