Sabtu, 23 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Puji Bupati Faida, Cawagub Puti Guntur Promosikan Madin Plus

Selasa, 13 Mar 2018 18:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Pilgub Jatim,

TEMU KADER: Berada di Jember kemarin, Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno bertemu “Sahabat Muslimat” yang berisi kader-kader perempuan dari Muslimat, Fatayat, PKB, PDIP, PKS, dan Gerindra. Mereka mengacungkan 2 jari, nomor pasangan Gus Ipul-Puti Gun (TIMSES FOR RADAR JEMBER)

Mengawali safari pekan ini, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno mengunjungi Jember. Puti mempromosikan program “Madin Plus”, yakni rencana kebijakan anggaran untuk memperkuat lembaga madrasah diniyah di pondok-pondok pesantren.

“Gus Ipul dan saya menggagas program “Madin Plus”. Disebut plus karena kami berdua ingin menambah dan memperluas penerima Biaya Operasional Santri Madrasah Diniyah,” kata Puti Guntur di Pakusari, Jember, Senin (12/3/2018).

Program itu telah dicantumkan dalam dokumen visi-misi dan janji kerja Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno, pasangan nomor 2. 

“Plus berikutnya adalah melanjutkan dan memperluas insentif bagi ustaz/ustazah madrasah diniyah, pesantren dan hafiz dan hafizah,” jelas Puti Guntur.

Gus Ipul dan dirinya telah meletakkan pondok pesantren dalam posisi sangat penting dan strategis, yakni tempat untuk mencetak generasi penerus unggul dan berakhlak. “Kami berdua ingin melakukan penguatan peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan agama dan akhlak,” katanya.

Cawagub Puti Guntur Soekarno juga memuji kebijakan Bupati Jember dr Hj Faida MMR yang memberi perhatian besar pada pemberdayaan lembaga pendidikan madrasah diniyah. “Kebijakan Ibu Bupati telah memberikan penguatan lembaga Madin. Maka, kelak koordinasi kebijakan antara Pemprov Jatim dan kabupaten/kota harus diperkuat,” kata Puti.

Awal Januari 2018, Bupati Faida mencairkan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Dan Guru Swasta (BPPDGS) Tahun 2017 sebanyak 1.828 orang. Bantuan lainnya berupa komputer kepada 40 lembaga jenjang SMP, alat peraga edukasi kepada 75 lembaga, dan rehab gedung SD kepada 45 lembaga. 

Bantuan itu berasal dari “urunan” Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo dan Faida. Bantuan diberikan lengkap 12 bulan. 

Menurut Cawagub Puti Guntur Soekarno, otonomi daerah telah memberi ruang lebar untuk melahirkan terobosan kebijakan yang menguntungkan rakyat. “Ibu Faida adalah contoh kepala daerah yang cemerlang dalam melahirkan terobosan pro-rakyat,” kata Puti. 

Di Pakusari kemarin, Cawagub Puti Guntur juga mengunjungi madrasah diniyah di Pondok Pesantren Al Mubarokah yang rusak akibat terkena bencana puting beliung pada 1,5 bulan lalu. Tiga ruangan kelas ambruk. Puing-puing bangunan masih terlihat. Cucu Bung Karno itu tak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya.

“Sarana, prasarana serta infrastruktur pendidikan harus layak dan baik. Supaya para siswa dapat belajar dengan nyaman,” kata Puti Guntur.

Mantan anggota DPR RI dari Komisi Pendidikan itu mengakui, salah satu permasalahan pendidikan adalah kurang memadainya infrastruktur. Persoalan itu juga terjadi di pondok pesantren dan madrasah. 

“Oleh karena itu, diperlukan intervensi kebijakan dari pemerintah. Gus Ipul dan saya telah menyusun program peningkatan sarana prasarana sekolah dalam skala prioritas kebijakan,,” kata Puti Guntur.

Ia kembali mengungkapkan keprihatinan ketika melihat bangunan sekolah yang terkena bencana. “Atapnya ada yang mau roboh. Saat hujan, airnya masuk,” kata Puti Guntur. Cawagub Puti Guntur berjanji mencarikan solusi untuk Pondok Pesantren Al Mubarokah yang roboh. 

Rohmatullah, pengasuh pondok pesantren, mendampingi Puti Guntur saat melihat-lihat kondisi bangunan dan ruang kelas. Ia berharap pemerintah turun tangan membantu.

“Sementara, kami tanggulangi dengan membuat sekat-sekat ruang kelas. Tapi, tentu ini tidak membuat siswa nyaman. Apalagi, siswa kelas 6 sebentar lagi ujian,” ujar Rohmatullah. 

Ia berterima kasih karena Cawagub Puti Guntur Soekarno telah mengunjungi dan memberikan perhatian. “Kunjungan beliau menggugah batin kami. Semangat kami bangkit untuk memberi pendidikan terbaik pada siswa,” lanjutnya. 

Rohmatullah menambahkan, dalam membangun sekolah, pihaknya banyak terkendala pendanaan. “Apalagi, sekolah ini dibangun swadaya demi memberikan pendidikan terbaik bagi siswa di sini,” lanjutnya. 

(jr/dwi/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia