Senin, 28 May 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Kades Diteror Surat Pengakuan Tanah

Senin, 14 May 2018 21:34 | editor : Dzikri Abdi Setia

Teror Surat Pengakuan Tanah,

TUNJUK BUKTI : Kades Arifin saat menunjukkan surat yang mengklaim atas kepemilikan tanah negara yang diterimanya secara misterius di rumahnya, (Rully Efendi / Radar Jember)

Beredar surat pengakuan Tanah Van Eigendom Verponding yang diterima beberapa kepala desa (Kades) di Kecamatan Tanggul. Namun, pengirimnya misterius. Sebab, surat itu diantar kurir ke rumah masing-masing kades.

Dalam kop surat tertulis : Keraton Linggacala Lima Benua. Kelima benua yang dimaksud Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Sedangkan institusinya, tertulis jelas Swissindo World Trust Internasional Orbit. “Saya terima (Surat, Red) di rumah,” kata Kades Tanggul Kulon Arifin Wahyuono.

Surat tersebut seolah-olah memberitahu bahwa tanah perkebunan, pertanian, pertambangan, dan tanah untuk jalan transportasi yang dikelola BUMN, masa kontraknya sudah berakhir pada 17 Agustus 2015. Sehingga, tanah tersebut sesuai Soerat Poesaka Noesantara Kembali, dikembalikan lagi ke umat (masyarakat).

Bukan hanya itu, penulis surat juga mengklaim institusinya sebagai badan induk pendiri 25 negara. Salah satu negara yang dimaksud ialah Indonesia. Sehingga, sesuai Perjanjian Bernina Agreement, hukum di negara Indonesia dinilai tidak memiliki hak atas penguasaan tanah selain institusinya.

Hal demikian yang dinilai Kades Arifin bisa meresahkan jika sampai surat yang sama disebar ke semua warganya. “Saya khawatir muncul persepsi masyarakat bahwa semua tanah negara jadi miliknya. Ini tidak benar. Menurut saya, ini provokasi,” paparnya.

Terlebih, kata Arifin, penulis surat bukan hanya mengklaim sebagai badan induk pendiri negara. Melainkan juga mengaku sebagai lembaga tinggi tertinggi negara. Supaya tampak meyakinkan, juga dilengkapi tandatangan pimpinan Swissindo Ir Soegihartono Notonegoro lengkap dengan dua stempel yang berbeda.

Amplop surat berwarna cokelat, juga dilengkapi alamat pengirim surat di Jalan Sultan Agung Tirtayasa, Griya Caraka, Cirebon. Pun dilengkapi dengan nomor telepon : +622318493503. Saat dihubungi, nomor tersebut aktif. Namun, tidak ada yang menjawab. “Setelah saya cek di internet, banyak berita buruk tentangnya,” ungkapnya.

Supaya tidak sampai mempengaruhi masyarakat, Kades Tanggul mulai melakukan konsolidasi dengan perangkat desanya hingga ke RT dan RW. Dikhawatirkan warganya terprovokasi. Sebab, di desanya, ada stasiun kereta api yang termasuk dalam surat tersebut. “Tapi harapannya, polisi segera mengambil langkah,” pintanya. 

(jr/rul/ras/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia