Senin, 28 May 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

Sosialisasi Bank Wakaf Mikro untuk Pemberdayaan

Jumat, 18 May 2018 12:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

OJK, Bank Wakaf Mikro,

SINERGI: Kepala OJK Jember Azilsyah Noerdin (tiga dari kiri) saat berbincang dengan Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya (Jumai/Radar Jember)

Masyarakat terus diimbau untuk waspada terhadap iming-iming investasi dengan imbal bagi hasil yang tidak wajar. Oleh karena itu, untuk mencegah timbulnya kasus penipuan investasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat. 

 “Sosialisasi dan edukasi terus kita gencarkan dalam rangka perlindungan konsumen. Sebab, itu juga menjadi fungsi pokok kita selain juga pengawasan industri keuangan,” tutur Kepala OJK Jember Azilsyah Noerdin saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Jember. 

Kunjungan pimpinan OJK Jember ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Jember tersebut dalam rangka menjalin silaturahmi dan mempererat kerjas ama antara kedua belah pihak. 

Azilsyah Noerdin resmi menjabat sebagai Kepala OJK Jember sejak April 2018 setelah sebelumnya bertugas Deputi Direktur Pengawas Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional IX Kalimantan, di Banjarmasin. 

“Dalam rangka sosialisasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat, peran media cukup strategis,” tutur pria kelahiran Padang tersebut. 

Salah satu bentuk sosialisasi yang kini dilakukan OJK antara lain pengenalan Bank Wakaf Mikro yang baru diluncurkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, di Surabaya. Sebagai salah satu lembaga keuangan mikro (LKM) syariah, Bank Wakaf Mikro diharapkan bisa menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. 

“OJK memfasilitasi pembuatan model bisnis Bank Wakaf Mikro dengan platform LKM syariah. Dalam konteks ini, pesantren memiliki fungsi strategis dalam pemberdayaan ekonomi umat,” tutur Azilsyah. 

Bank Wakaf Mikro nantinya akan berbadan hokum koperasi jasa dengan izin usaha lembaga keuangan mikro syariah. Karakteristik model bisnis Bank Wakaf Mikro akan menyediakan pembiayaan dan pendampingan, non deposit taking, serta imbal hasil rendah setara 3 persen. 

(jr/ad/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia