Senin, 28 May 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Kebutuhan TPS 2019 Melonjak

Jumat, 18 May 2018 15:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

pilkada bondowoso, KPU Bondowoso,

RAPAT KOORDINASI: Ketua KPU Hairul Anam saat memimpin rapat usulan kebutuhan TPS di Bondowoso 2019. (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

Pemilihan Umum 2019 memang lebih rumit dibandingkan Pilkada 2018. Selain ada pemilihan presiden, juga ada pemilihan legislatif untuk DPD, DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, dan DPR RI. Dipastikan bahwa beban untuk tempat pemungutan suara (TPS) akan semakin berat.

Oleh karena itu, perlu ada penambahan TPS di semua daerah untuk mengurangi jumlah pemilih di masing-masing TPS yang ada. Karena itu, di Bondowoso akan ada pemekaran TPS untuk hal tersebut. Jika pada Pilkada 2018 jumlah TPS hanya 1500, pada rapat usulan beberapa waktu lalu, TPS di Bondowoso pada Pemilu 2019 jumlahnya melonjak.

“Kalau dari usulan bisa menjadi 2.995 TPS,” jelas Ketua KPU Hairul Anam. Bisa dikatakan jumlahnya membengkak dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Menurut Anam, hal ini dikarenakan surat suara yang dihitung bakal meningkat. Jika tahun ini hanya dua surat suara, 2019 nanti ada sekitar 5 surat suara.

Dia mengatakan, usulan itu berdasarkan pertimbangan rumus. Sebab ada 5 kertas suara nantinya yang dihitung. “Lima kebutuhan 2019 adalah pilpres, pileg pusat, pileg provinsi, pileg kabupaten, dan DPD,” terangnya. Makanya pengajuannya TPS yang ada dikalikan dua kali lipat. Dengan ratio rata-rata per TPS yakni sebanyak 200 pemilih. 

Sedangkan saat ini yang hanya dua, ratio per TPS nya sekitar 500 orang per TPS. Jika jumlahnya tetap, ada kekhawatiran di penghitungan suara nanti akan memberatkan bagi TPS. Karenanya memang berdasarkan ratio perlu ditambah.

Sementara itu, Ketua PPK Maesan Rizal Abdillah mengemukakan, pihaknya mengajukan dua kali lipat jumlah TPS tahun ini. Hal itu karena kebutuhan dan ratio pemilihnya juga sudah disesuaikan. 

(jr/hud/ram/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia