Senin, 28 May 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Demi Duit Rp 50 Ribu, Nekat Jadi Kurir Narkoba

Jumat, 18 May 2018 07:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Kurir Narkoba, BNN,

DIBEKUK: Tersangka MJ ketika digelandang ke kantor BNN kemarin. Dua tersangka lain yang berperan sebagai pemasok dinyatakan buron. (HAFID ASNAN / RAME)

Demi mendapat uang Rp 50 ribu, warga Lumajang nekat menjadi kurir sabu-sabu. Itu yang nekat dilakukan MJ warga Kelurahan Tompokersan. Akibatnya MJ ditangkap dan dijebloskan di tahanan.

Informasi penangkapan ini dilakukan BNN Lumajang melalui seksi pemberantasan. Kepala BNN Lumajang AKBP Mudawaroh siang kemarin mengakui penangkapan itu. Dia menjelaskan, awal mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Ahmad Yani diduga ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu. “Anggota kemudian menyelidiki,” katanya.

Ternyata benar. Sekitar pukul 23.00 tepat di depan RSU Dr Haryoto Lumajang ditangkap seorang berinisial MJ. Seniman berusia 40 tahun ini ditemukan membawa sabu-sabu seberat 0,26 gram dalam satu plastik dan membawa satu unit Ho untuk bertransaksi. “Setelah ditangkap, dikembangkan. Diketahui barang didapat dari Klakah dari temannya yang berinisial HD. Rencananya akan dijual kepada TG,” jelasnya.

MJ siang kemarin sempat diperiksa. Saat itu juga sempat ditanya Mudawaroh di hadapan awak media. “Dia mengaku dapat Rp 50 ribu rupiah setiap transaksi,” katanya. 

Tak cuma ditahan, MJ juga dites urine. Hasilnya positif mengonsumsi narkoba. Dan penyalahgunaan dan peredaran narkotika golongan I. Melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. 

Tersangka diketahui hanya berperan sebagai kurir. Sebab, barang didapat dari MD dan akan dijual pada TG. Menurut pengakuan jual-beli itu dilakukan sekitar 3 kali. “Tersangka ini pernah dipenjara dalam kasus yang berbeda. Dua kali dalam peredaran pil koplo,” katanya.

Selanjutnya, Mudawaroh menguraikan bahwa pihaknya akan melakukan tindak lanjut dengan menjadikan lelaki berinisial HD dan TG masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk melakukan pengejaran jaringan di atasnya.

Sementara untuk proses hukum lebih lanjut, tersangka MJ dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan di Lapas Kelas IIb Lumajang. “Selanjutnya apabila hasil penyelidikan sudah dinyatakan lengkap (P-21) kami serahkan ke kejaksaan untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya.

(jr/fid/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia