Kamis, 21 Jun 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Siswa SMK Nuris Kembali Prakerin di Thailand

Kamis, 24 May 2018 11:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

SMK Nuris,

PRAKERIN DI LUAR NEGERI: Tim dari SMK Nuris saat mampir ke Singapura, setelah melakukan prakerin di Thailand. (Nuris For Radar Jember)

Di Jember, boleh jadi hanya SMK Nuris yang mengirim siswanya prakerin ke luar negeri. Setiap tahun, siswanya dikirim ke Thailand untuk menambah wawasan. Hasilnya, mereka yang pernah ke Thailand memiliki semangat tinggi untuk maju.

Pada 9 Februari 2018 lalu, siswa SMK Nuris berangkat ke Thailand untuk melakukan prakerin. Selama sebulan, mereka menghabiskan waktunya untuk praktik. Di sana, mereka tak hanya praktik, namun juga menambah wawasan tentang kemajuan negara lain. 

Abdul Latif, siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) memiliki kesempatan ke luar negeri. Di sana, dia sekaligus membantu pondok pesantren. Yakni menjadi tim informasi teknologi. “Pesantren di Thailand butuh SDM di bidang teknologi, saya membantu,” katanya. 

Di sana, Latif menerapkan ilmu yang didapatkan di sekolah. Selain membantu pondok pesantren, dia juga belajar mengenal budaya sekitar. Siswa asal Sumatra itu mempelajari karakter kemajuan Thailand. “Di sana cari pengalaman yang lebih,” ucapnya. 

Latif tak hanya berhenti di Thailand, namun sebelum pulang ke Ponpes Nuris, masih memperluas wawasan dengan mampir ke Singapura. Kemajuan  negara itu juga menjadi motivasi untuk terus berkarya. 

Tak heran, semangat untuk maju terus muncul karena motivasi yang berbeda. Pengalaman dari negara lain mendorong Latif agar tak tertinggal. Di sekolah, dia semakin semangat belajar. “Pengalaman dari Thailand membuat semangat lebih tinggi,” ucapnya. 

Singapura menjadi tempat singgah kedua setelah lebih dari sebulan tinggal di Thailand. Siswa SMK Nuris menikmati pesona Negeri Seribu Larangan tersebut. Di sana, mereka mengamati kebiasaan baik yang dilakukan oleh warga negaranya. 

Selama sebulan di luar negeri, Latif merasakan betul manfaatnya. Selain prakerin, dia juga bisa jalan-jalan. Dia tak hanya belajar di dalam ruangan, namun menikmati pengalaman dunia luar yang tak terbatas. 

“Tahun lalu ada empat orang yang berangkat, sekarang hanya satu anak,” kata Drs Haryono, kepala SMK Nuris. Menurut dia, Singapura terkenal dengan budaya disiplin yang sangat ketat. Para siswa SMK Nuris bisa belajar kebiasaan baik masyarakat Singapura. 

Selain itu, kebiasaan baik seperti mendahulukan yang lebih tua juga bisa ditiru. Kemudian, aturan yang tegas dilakukan bisa menjadi inspirasi. Misal, merokok bukan pada tempatnya langsung mendapat sanksi. Selain itu, semangat kerja warga Singapura juga menjadi inspirasi.

SMK Nuris, kata Haryono, sudah melakukan kerja sama dengan Thailand. Setiap tahun, siswanya akan dikirimkan ke sana untuk prakerin. Manfaat yang diperoleh sudah dirasakan. Tak hanya menambah semangat, namun beberapa lulusan SMK Nuris diterima di kampus ternama.

Mereka bekerja di Istana Honda Mobil, di Suzuki dan perusahaan lainnya. Bahkan, ada yang melanjutkan studi di fakultas Teknik Universitas Jember, Universitas Guna Darma Jakarta, Teknik Mesin Universitas Malang, dan lainnya. 

Selain itu, prestasi SMK Nuris juga terus meningkat setiap tahunnya. Tahun sekarang, sudah ada tujuh piala yang diraih oleh siswa. Bahkan, mereka juga semakin produktif dalam berkarya, seperti menciptakan mobil listrik dan mobil tenaga surya. 

Pertukaran pelajar itu merupakan kerja sama Nuris Student Exchange Program (Nsep). Setiap tahun selalu ada pertukaran pelajar, tak hanya SMK Nuris, tetapi juga siswa MA dan SMA. “Ini sudah yang ke empat kalinya santri Nuris keluar negeri,” kata Imam Sainusi, ketua NSEP. 

Di Thailand, para siswa disebar di sejumlah daerah, seperti di Krabi, Pattani, dan Songkla. Ada yang mengajar di pondok pesantren, ada yang magang di perusahaan. “Mereka yang ke sana dapat sertifikat pertukaran pelajar,” tuturnya.  

Pengasuh Ponpes Nuris Gus Robith Qosidi menambahkan, SMK Nuris ingin membuka cakrawala para siswanya. Yakni dengan berkeliling ke luar negeri untuk mengetahui perkembangan dunia global. “Misal ketika ke Singapura, mereka  tahu kemajuannya,” ujarnya. 

SMK Nuris, lanjut dia, ingin mencetak lulusan yang dibutuhkan oleh industri. Sehingga, selain menambah sarana prasana, juga memperluas wawasan dan jaringan dunia kerja di tingkat lokal hingga internasional. Oleh karena itu, NSEP terus memperluas jaringan, tak hanya Thailand dan Singapura, tetapi juga ke negeri lain seperti Malaysia, bahkan China hingga Mesir. 

(jr/gus/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia