Rabu, 20 Jun 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

5.300 Calon Mahasiswa Ujian di IAIN Jember

Kamis, 24 May 2018 18:26 | editor : Dzikri Abdi Setia

IAIN Jember,

BERTARUH NASIB: Para calon mahasiswa yang mengikuti ujian dari jalur UM PTKIN di IAIN Jember. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Sebanyak 5.300 peserta ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri ( UM PTKIN) mengikuti ujian, Selasa kemarin (22/5). Ada sekitar 100 ruangan yang dipakai untuk kegiatan tersebut. Empat kelas di antaranya digunakan untuk ujian berbasis komputer.

“Ada dua model ujian UM PTKIN, yakni computer based test (cbt) atau berbasis komputer, dan model ujian tulis,” kata Nur Solikin, wakil rektor I  IAIN Jember. Menurut dia, UM PTKIN itu merupakan jalur bagi calon mahasiswa yang hendak melanjutkan studi di PTKIN. 

Dia mengatakan, ujian itu  dilaksanakan secara serentak di Indonesia. Tak semua peserta menjatuhkan pilihannya di IAIN Jember, namun juga di kampus PTKIN lainnya. Ada tiga pilihan kampus dalam ujian tersebut. 

“Pilihan pertama pada IAIN Jember ada sekitar 2000 peserta,” katanya. Sedangkan jumlah lainnya memilih kampus lainnya. Dari jalur UM PTKIN, IAIN Jember hanya menerima 30 persen dari total seluruh mahasiswa yang akan diterima. 

Yakni sebanyak 3.500 mahasiswa. Sehingga, yang akan diterima dari jalur UM PTKIN sekitar 1000 mahasiswa. Jatah kursi 50 persennya dari jalur SPAN PTKIN dan 20 persen dari jalur mandiri. 

Dari total peserta 5.300 itu, beberapa peserta tidak mengikuti ujian. Beberapa kursi ada yang tidak terisi. “Kami sudah memberikan toleransi 30 menit keterlambatan. Lebih dari itu, sudah dianggap gugur,” tegasnya. Materi ujiannya, kata Nur Solikin, meliputi IPA, IPS, dan campuran.

Pengumuman kelulusan UM PTKIN masih menunggu informasi dari pusat. Sebab, panitia lokal akan diundang untuk membahasnya. Terutama tentang jumlah presentasi dari setiap kampus. “Bila jalur SPAN PTKIN tidak terpenuhi, maka diambilkan dari UM PTKIN dan ujian mandiri,” terangnya. 

Sebab, tak semua peserta yang sudah lolos dari jalur SPAN PTKIN melakukan registrasi ulang. Sehingga, kursi yang diterima akan kosong dan perlu diganti, “Rata-rata yang tidak melakukan registrasi ulang 30 persen secara nasional,” pungkasnya.

(jr/gus/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia