Kamis, 21 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Berangkat Tarawih, Bocah Disambar Truk

Jumat, 25 May 2018 10:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

lakalantas, polres lumajang,

NAHAS: Alfareza, 6, bocah pejalan kaki yang disambar truk sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tak tertolong karena lukanya terlalu berat. (Dimas for RAME)

Nahas, Alfareza, bocah 6 tahun asal Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Selasa petang (22/5) meregang nyawa setelah disambar truk saat berangkat salat Tarawih ke masjid di dekat rumahnya. Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang. Namun, nyawanya tak tertolong lantaran lukanya terlalu berat.  

Alfareza menuju masjid bersama Aldi, 9, kakaknya, sekitar pukul 18.30. Keduanya berjalan kaki menyusuri jalan karena jarak antara rumah dan masjid tidak terlalu jauh. Namun, sesaat kemudian, truk yang melaju dari arah berlawanan tiba-tiba menyambar tubuh Alfareza. Sementara Aldi yang berada di sisi kanan Alfareza tidak sampai tertabrak.

Akibatnya, korban mengalami luka serius di kepala. Dia sempat dilarikan ke IGD RSUD Haryoto untuk mendapat pertolongan. Namun, pada pukul 20.30 malam itu dokter menyatakan nyawa Alfareza tidak tertolong. Hasil diagnosis menunjukkan dia mengalami cedera otak berat.

Kepada Jawa Pos Radar Semeru, Kanit Laka Satlantas Polres Lumajang Ipda Dimas Sugeng Widodo menyebut, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bahwa sopir truk terlalu menepi mengambil jalur. Korban dan saudaranya sudah berjalan di luar bibir jalan raya. 

"Tapi yang perlu dipahami, jarak satu meter dari tepi jalan itu sebenarnya masih bahaya. Bisa saja truk terlalu menepi dari badan jalan lantas menabrak pejalan kaki yang ada di dekatnya, sebagaimana kejadian ini. Kami harapkan bagi pejalan kaki agar mengambil jarak beberapa meter lebih jauh lagi dari bibir jalan raya," papar Dimas.

Dimas mengaku, pihaknya belum bisa memeriksa sopir truk karena yang bersangkutan langsung kabur begitu menabrak korban. Informasi dari saksi mata pun belum banyak diperoleh. 

Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi masih berusaha mengidentifikasi dan melakukan pengejaran terhadap sopir truk. Namun, lanjut Dimas, walau sopir truk belum diperiksa, dia berpotensi menjadi tersangka karena melarikan diri usai menabrak.

(jr/was/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia