Senin, 25 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Gudang KPU Dijaga Ekstra Ketat

Jumat, 25 May 2018 17:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Pilgub Jatim, KPU Jember,

Puluhan personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan proses pelipatan dan penyortiran surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018. Para personel itu dibagi menjadi tiga kelompok untuk menjaga selama 24 jam nonstop di gudang logistik KPU di Jalan Imam Bonjol 62, Kaliwates, Jember . 

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, selain menempatkan personel kepolisian, pihaknya juga memasang CCTV atau kamera pengintai. Langkah ini untuk mengantisipasi terjadinya aksi sabotase yang dapat menggagalkan pelaksanaan pemilu yang digelar 27 Juni mendatang. “Komposisinya, 30 personel laki-laki dan 20 polisi wanita,” katanya, usai memantau proses pelipatan surat suara di gudang KPU, kemarin.

Kusworo mengutarakan, meski sejauh ini polisi belum menemukan adanya potensi gangguan keamanan, namun pihaknya tetap mengantisipasi segala kemungkinan dengan strategi pengamanan berlapis. Dia menjelaskan, tak hanya menempatkan puluhan personel dan memasang CCTV, setiap surat suara yang telah dipak bakal disimpan di dalam gudang. “Kemudian kami gembok menggunakan rantai,” jelasnya.

Pengamanan logistik pemilu ini, kata dia, akan dilaksanakan sampai distribusi surat suara dilakukan menjelang hari pencoblosan mendatang. Dalam distribusi itu, kepolisian juga tetap mengawal hingga surat suara diterima oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) di 31 kecamatan dan 4.347 TPS di masing-masing desa. 

Sementara itu, anggota KPU Jember Ahmad Hanafi mengapresiasi komitmen aparat kepolisian dalam mengamankan logistik surat suara tersebut. Menurut dia, selama ini KPU juga telah berkoordinasi dengan polisi untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan pekerja yang mengantongi surat suara untuk dibawa pulang, seperti yang terjadi pada pemilu sebelumnya. “Jika hal itu kembali terjadi, pasti akan segera terdeteksi, karena kepolisian bekerja dengan baik,” ucapnya.

Hanafi menambahkan, selain pengamanan pada proses pelipatan, pihaknya juga mencegah terjadinya aksi curang maupun perusakan surat suara. Oleh karena itu, seluruh pekerja yang terlibat dalam pelipatan tersebut, baik saat akan memasuki gudang, maupun setelah selesai bekerja, akan diperiksa. “Mereka akan diperiksa satu per satu, jadi mereka tak boleh membawa apa-apa,” tandasnya.

(jr/jum/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia