Jumat, 22 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

200-an Napi Diajukan Remisi Lebaran

Rabu, 06 Jun 2018 14:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Lapas Lumajang, remisi lebaran,

RAMAI: Menjelang Hari Raya Idul Fitri, lapas kelas II B Lumajang semakin ramai, karena banyak warga binaan yang mendapatkan remisi. Bahkan, kadang ada yang langsung bebas, karena setelah dipotong masa tahanan, masa hukumannya langsung habis. (Khawas Auskarni/RAME)

Lebih dari 200 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang diajukan mendapatkan remisi Lebaran. Pemotongan masa tahanan yang bakal diberikan berkisar antara 15 hari hingga satu bulan. Pengajuan remisi itu sudah dilayangkan kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jawa Timur sejak April kemarin.  

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas II B Lumajang Endra Suwartono menuturkan, proses pengajuan dilakukan bertahap dari total remisi yang diajukan jelang Lebaran tahun ini. “Proses pengajuannya tidak langsung 200 lebih. Tetapi secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi terhadap tiap-tiap warga binaan,” ujarnya. 

Namun, dia belum bisa memastikan dari semua nama yang diajukan itu bakal mendapat remisi semua. Pihaknya masih menunggu balasan layangan surat yang dimohonkan ke Kanwil Kemenkumham Jawa Timur. ”Kalau mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, balasan dari kanwil biasanya baru turun antara H-3 hingga H-2,” ucap Endra.

Dari seluruh napi yang direkomendasikan mendapatkan remisi Lebaran, sebagian akan mendapatkan satu bulan pemotongan tahanan. Sementara sebagian sisanya hanya akan mendapat pemotongan masa tahanan 15 hari saja. 

Penentuan panjang remisi, kata Endra, didasarkan pada masa hukuman yang sudah dijalani. Bagi napi penerima remisi yang hingga hari H Lebaran sudah menjalani lebih dari 12 bulan (tidak sama dengan satu tahun) hukuman, akan mendapatkan pemotongan satu bulan tahanan. Sementara untuk napi penerima remisi yang hingga hari H Lebaran belum genap 12 bulan menjalani hukuman, pemotongan masa tahanan hanya sepanjang 15 hari saja. 

Pihak Lapas mempertimbangkan setiap napi yang berkelakuan baik dan mematuhi tata tertib lapas sebagai yang layak menerima remisi. Khusus bagi napi kasus narkotika, terang Endra, sesuai dengan PP 99 harus disertai surat justice colaborator untuk bisa menerima remisi. 

Selain karena faktor kelakuan baik, lanjut Endra, pemberian remisi secara tidak langsung juga terkait kondisi Lapas Lumajang yang kini sudah kelebihan kapasitas (over capacity). Hingga hari ini, tercatat ada 460 lebih warga binaan yang mengisi Lapas tersebut.

(jr/was/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia