Senin, 18 Jun 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

Rela Antre demi Uang Baru

Kamis, 07 Jun 2018 09:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

Antre Uang baru, Jelang Lebaran,

MENGULAR: Tempat penukaran uang baru di Alun-Alun Jember ini terus diserbu warga. Loket penukaran di alun-alun akan dibuka sampai 8 Juni mendatang. (Jumai/Radar Jember)

Lebaran selalu identik dengan uang baru yang akan dibagi-bagikan kepada sanak saudara. Tak heran jika belakangan tempat-tempat penukaran uang baru diserbu. Salah satunya di alun-alun Jember. Ratusan bahkan ribuan warga tiap hari rela antre demi uang baru. 

Seperti yang terlihat kemarin. Warga antusias mengantre di loket perbankan di alun-alun. Antrean mengular membuat kawasan Jalan Sudarman alun-alun pun ramai. 

Tak hanya warga kota. Tak sedikit warga yang rela datang dari berbagai daerah di Jember untuk menukar uang pecahan baru tersebut. Seperti Dita Ike, warga Mangli. Dia mengaku, sebelumnya tidak mau mengantre di alun-alun. Tapi, mau menukar di bank setempat. “Tapi mulai kemarin di bank dekat rumah selalu habis, makanya ke alun-alun,” ucapnya. 

Dikatakan, menukar uang ini memang sudah menjadi tradisi tahunannya. Sebab, di hari raya nanti uang itu akan dibagi-bagikan ke sanak saudara serta tetangganya. “Kalau gak pakai uang baru, kurang sreg,” ucap perempuan yang akan mudik ke Trenggalek ini. 

Oleh karena itu, sebelum mudik dirinya pun berusaha bisa mendapatkan pecahan uang baru itu. Meskipun harus mengantre lama pun tetap dilakukannya untuk bisa mendapatkan uang baru. “Tidak terlalu lama kok, cuma memang pas panas,” ucapnya berlalu. 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember sendiri sudah menyediakan penukaran uang untuk ramadan dan Lebaran tahun ini sekitar 7,2 triliun. Uang itu akan dibagi ke wilayah BI Jember di Sekarkijang (Se-Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang). “Jumlah itu naik sekitar 61 persen jika dibandingkan dengan ketersediaan tahun lalu,” ucap Kepala Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo, baru-baru ini. 

Di 2017 selama persiapan Lebaran pihaknya menyediakan penukaran uang pecahan hanya senilai Rp 4,8 triliun. Penambahan ini karena liburan Lebaran tahun ini lebih lama, sekitar 10-12 hari. Hal ini dipastikan jika kebutuhan uang kartal di masyarakat juga akan semakin bertambah.

Bahkan, untuk memenuhi dan meningkatkan pelayanan penukaran uang pecahan ini, pihaknya bekerja sama dengan tujuh perbankan. Layanan penukaran uang di Alun-Alun Jember itu bekerja sama dengan tujuh bank mulai 28 Mei hingga 8 Juni mendatang. “Penukaran uang bisa dilakukan di 97 titik kantor cabang yang ada di wilayah BI Jember,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau kepada perbankan untuk memenuhi permintaan penukaran masyarakat. “Bukan hanya untuk nasabahnya saja, tapi untuk seluruh masyarakat bisa menukar di bank,” tegasnya. BI juga bekerja sama dengan Pemkab Jember Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember untuk membuka layanan penukaran uang di pasar murah Pemkab Jember.

Terkait dengan batasan penukaran, diakui Hestu, sebenarnya tidak ada batasan. Namun, di setiap loket masyarakat hanya diperbolehkan melakukan penukaran maksimal setiap orang sebanyak 1 pak atau bendel. “Untuk tertibnya kami membatasi per paket. Jadi masing-masing pecahan satu pak,” jelasnya. Dengan demikian, maksimal setiap orang bisa menukarkan Rp 3,7 Juta sehingga bisa mendapat masing-masing satu pak dari tiap-tiap pecahan. 

(jr/ram/jum/ras/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia