Senin, 18 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Jalur Lingkar Bergelombang

Kamis, 07 Jun 2018 17:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

Jalan Lingkar Kota,

DIKEBUT : Kondisi Jalan Letjen Sutoyo yang retak, berlubang, dan bergelombang. Padahal jalan ini jadi jalur lingkar para pemudik untuk menghindari masuk wilayah kota di Jember. (Dwi Siswanto/Radar Jember)

Arus mudik lebaran wilayah Jember juga bakal kebagian kepadatan arus lalu lintas khususnya jalur selatan. Jalur selatan yang menghubungkan Banyuwangi, pengguna jalan harus lebih meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, jalan lingkar yang ada di Jember tidak semua mulus.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di jalur lingkar di Jalan Letjen Sutoyo yang menghubungkan jalan provinsi Jember – Banyuwangi terdapat kerusakan jalan. Meski rusaknya tidak terlalu parah hanya beberapa bagian tapi terdapat keretakan aspal, bergelombang, hingga berlubang. Kondisi jalan tersebut pun dikeluhkan warga sekitar seperti Rozi. Warga Perum Kramat ini mengatakan, jalan yang ada beberapa bagian lubang dan bergelombang tersebut justru menghawatirkan terjadi terjatuh. “Mending rusak sekalian. Dari pada mulus, tiba-tiba rusak. Karena saat jalan mulus laju kendaraan itu kencang dan tidak bisa menghindari di depan ada jalan lubang. Ngerem mendadak juga bahaya,” imbuhnya.

Dia mengaku jalan Letjen Sutoyo jadi jalan lingkar para penguna jalan yang ingin menghindari wilayah kota. Apalagi jalan tersebut juga dilewati truk dan mobil box dari perusahaan distributor. 

Bupati Jember dr Faida pernah mengatakan, awal menjabat untuk jalan rusak di Jember ini cukup banyak, sekiar 84 persen. Perbaikan jalan pun dilakukan bertahap, menjadi sekitar 60 persen adalah jalan yang bagus. Saat ini, tambah dia, ada sekitar 80 persen jalan itu telah diperbaiki dan bagus. “Tahun depan jalan target kami 100 persen jalan itu bagus,” tambahnya.

Dalam perbaikan jalan, kata dia, juga ada skala prioritas terlebih dahulu. Salah satunya adalah menuju desa, jalan menuju pondok pesantren, jalan menuju pukesmas, sekolah, masjd. “Kami tuntaskan dulu jalan menuju desa, ponpes, pukesmas, masjid, hingga sekolah,” katanya.

Dia pun ingin pembangunan di Jember ini terasa hingga ke pelosok desa. Sehingga, jalan menuju akses kebutuhan dasar tersebut harus selesai. Faida juga meminta desa dalam membangun infrastruktur jalan juga harus memahami kondisi kendaraan yang dilalui. Dia mencontohkan, jika jalan itu banyak dilalui truk dan bukan jalan kampung seharusnya tidak memakai paving. Paving itu cocok di jalan perkampungan. 

Faida menambahkan,  dalam penggunaan dan pemanfaatan Dana Desa (DD) 2017 kemarin ada 435.697,12 meter jalan yang telah dibangun. Dalam pembangunan infrastruktur jalan, Pemkab Jember membuka bagi desa yang ingin mengajukan perbaikan jalan. “Silahkan desa ajukan jalan, tapi juga jangan asal-asal mengajukan,”pungkasnya.

(jr/dwi/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia