Jumat, 22 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Siapkan Sniper di Titik Rawan

Sabtu, 09 Jun 2018 11:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Sniper, Mudik Lebaran, Polres Jember,

LEBARAN AMAN: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo sedang mengecek kesiapan para sniper yang akan disebar di titik-titik rawan kejahatan. (Jumai/Radar Jember)

Polisi all out mengamankan Lebaran. Ratusan pasukan pilihan Korps Bhayangkara diturunkan dengan senjata lengkap. Sampai ada penjahat yang nekat bikin onar, bisa-bisa ditembak di tempat.

Salah satu yang menjadi incaran polisi, para penjahat jalanan seperti begal. Supaya optimal melakukan pengawasan, penembak jitu (sniper) bakal disebar di beberapa titik rawan. “Berani melawan petugas, saya instruksikan tembak di tempat,” tegas Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.

Bukan hanya sniper yang jadi andalannya. Polisi penyamar juga ikut disebar di titik rawan berbeda. Salah satunya, ada di Terminal Tawang Alun. Tugasnya, memantau gerak-gerik pencopet. Jika ada yang diduga kuat copet, petugas diminta langsung membekuknya.

Polisi penyamar itu dijamin tidak akan dikenal identitasnya. Bahkan, mereka diminta wira-wiri naik bus, hanya untuk memantau aktivitas copet di dalam bus. “Copet juga menjadi atensi kami. Kami tegas dan tak akan kompromi,” katanya.

Soal bajing loncat yang juga mulai dikhawatirkan, kerawanannya sudah dideteksi sejak dini. Petugas khusus dengan motor balap juga disiapkan jika sewaktu-waktu mulai dibutuhkan untuk pengejaran penjahat.

Tak main-main, pengawasan Lebaran tahun ini ada 359 personel yang diturunkan ke lapangan. Khusus polisi, dihitung total ada 202 orang. Sedangkan sisanya sumbangan tenaga dari Prajurit TNI, dinas perhubungan, satpol pp, dan relawan lainnya seperti Orari.

Khusus pengawasan beberapa rumah kosong di Jember, Kusworo mengaku sudah tuntas melakukan koordinasi dengan stakeholder. Bahkan, Babinkatibmas yang sudah ada di masing-masing desa dan kelurahan, juga sudah menuntaskan komunikasinya dengan kades, lurah, babinsa, serta tokoh masyarakat antarkampung.

Sehingga, kata Kusworo, masyarakat sejatinya sudah memiliki kemandirian menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Namun yang pasti, saat menangkap penjahat, ditegaskan untuk tidak main hakim sendiri. Sebab, itu masuk dalam kategori persekusi. 

(jr/rul/jum/ras/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia