Rabu, 20 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Menghina di Facebook, Refi Harun Disidangkan

Sabtu, 09 Jun 2018 12:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

penghinaan di medsos, UU ITE,

SAKSI: Sidang kasus pelanggaran UU ITE dengan tuduhan pencemaran nama baik Ahmad Dhafir memasuki sidang pemanggilan saksi-saksi. (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

Kasus pemilik akun palsu Refi Harun di Facebook mulai disidang di Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso. Pemilik akun yang sebenarnya bernama Achmad Zainuri, warga Desa Kapuran RT 10 RW 05, Wonosari tersebut telah menjalani sidang kedua. Sidang kedua yang digelar kemarin (7/6) menghadirkan saksi pelapor. 

Hadir dalam kesempatan itu Moh Wahyudi Arifin, Relawan Jas Hijau dari Desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen, yang menjadi pelapor. Hakim bertanya perihal laporannya dan duduk permasalahan kasus tersebut. “Saya melaporkan karena itu merugikan kami, selaku relawan. Sebab, kata-kata yang di-posting berisi tuduhan korupsi, saya laporkan karena ini tidak benar,” tegasnya.

Sementara Achmad Zainuri sendiri mengaku jika dirinya yang memposting tulisan dengan nama akun Facebook Refi Haru. Dia mengaku jika tidak mengetahui dampaknya sampai dipenjara. Sebab hanya iseng saja. “Awalnya saya kurang paham betul, namun memang banyak akun palsu di facebook, kenapa hanya saya,” terangnya di pesidangan kepada majlis hakim.

Wahyudi Arifin menyesalkan sikap terdakwa. Sejak diperiksa di polres sampai disidangkan, tidak pernah meminta maaf kepada dirinya. Dengan kasus ini, Yudi berharap kasus ITE ini adalah yang pertama dan terakhir di Bondowoso. “Pesan kami berhati-hatilah bermedia sosial, sebab jika dahulu mulutmu harimaumu, sekarang jarimu harimaumu,” ujarnya.

Menurut dia, bermedia sosial yang baik justru lebih bermanfaat. Sehingga, isinya tidak menyakiti orang lain, tidak menyebarkan hoaks dan kebencian. 

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso Hadi Marsudiono mengatakan, sidang saat ini adalah sidang pemanggilan saksi. Jika sidang kemarin pemanggilan saksi pelapor, sidang berikutnya bakal memanggil saksi korban. Dalam hal ini korbannya adalah Ahmad Dhafir, yang saat ini mencalonkan diri sebagai Bupati Bondowoso 2018. “Sidang berikutnya tanggal 28 Juni, pemanggilan saksi. Intinya agenda sidang berikutnya pemanggilan saksi, antara lain Pak Dhafir selaku korban yang namanya disebut tersangka,” tegasnya.

Perlu diketahui, Rabu 31 Januari 2018 lalu Polres Bondowoso meringkus pemilik akun palsu Refi Harun di Facebook. Akun ini sebelumnya dilaporkan Moh Wahyudi Arifin, Relawan Jas Hijau dari Desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen, karena menghina Ketua DPRD, Ahmad Dhafir yang mencalonkan diri menjadi Bupati Bondowoso. 

Akun palsu Refi Harun ini menuliskan kata-kata dengan menuduh Ahmad Dhafir korupsi dan me-mark up anggaran. Namun, karena itu tidak benar, akhirnya diproses secara hukum. 

(jr/hud/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia