Rabu, 20 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Temukan Produk Berkemasan Penyok

Sabtu, 09 Jun 2018 15:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Sidak Mamin, Pemkab Jember,

TELITI: Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief memimpin tim gabungan melakukan inspeksi mendadak kelayakan makanan dan minuman di dua hyper mart di Jember. (MAHRUS SHOLIH/RADAR JEMBER)

Tim gabungan Pemkab Jember menemukan sejumlah produk makanan dan minuman (mamin) yang kemasannya dalam kondisi tak layak. Selanjutnya, tim yang dipimpin Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief ini meminta manajemen swalayan menarik produk yang kemasannya penyok tersebut. Sebab, dinilai berbahaya jika sampai dikonsumsi masyarakat.

Tim yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, Satpol PP dan Polres Jember, menyasar dua pertokoan besar, seperti Roxy Jember Square dan Lippo Plaza. Meski mendapati kemasan kaleng yang penyok, namun di dua hyper mart tersebut, tim tak menemukan mamin kedaluwarsa. 

“Jadi, kami hari ini mengecek makanan yang expired (kedaluwarsa, Red), dan terdaftar di dinas kesehatan atau tidak. Terus, mamin yang dalam kaleng penyok atau tidak,” kata Muqit Arief, Kamis (7/6) kemarin.

Menurut Muqit, temuan itu sudah disampaikannya ke manajemen toko agar produk tersebut segera ditarik dari displai. Meskipun, kata dia, kemasan yang penyok itu akibat terjatuh entah karena kelalaian pegawai atau konsumen. Sebab, Muqit ingin memastikan, konsumen yang telah membeli sesuai dengan harga jual tidak dirugikan dan harus mendapat produk yang berkualitas bagus. 

“Kami juga akan mengecek parsel. Karena biasanya, ada toko nakal menjual produk kedaluwarsa dalam kemasan yang sudah rapi,” ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta manajemen swalayan memberi tanda khusus pada displai produk mamin yang mengandung babi. Sebab, dia tak ingin konsumen kecele. Sehingga, ada yang merasa dirugikan. “Saya tadi sudah meminta untuk produk nonhalal diberi pemberitahuan, mungkin dengan gambar atau yang lain,” katanya. 

Selain bertujuan memberi tahu melalui tanda khusus, Muqit juga mengimbau para pegawai yang bertugas diberi pemahaman tentang produk-produk yang mengandung babi tersebut. Ini bertujuan, ketika ada konsumen yang membeli produk itu, kembali diingatkan oleh pegawai saat akan membayar di kasir. “Saya pernah belanja di department store, karena terburu-buru, saya tak mengetahui kalau produk yang saya beli mengandung babi. Tapi oleh kasir saya diingatkan,” ceritanya.

Sebetulnya, Muqit menegaskan, agenda sidak seperti kali ini tak hanya untuk memastikan jaminan produk bagi masyarakat, tetapi juga untuk kepentingan para pengusaha maupun penjual produk makanan dan minuman tersebut. Sebab, menurut dia, jika ada kepastian produk yang berkualitas, maka iklim usaha juga akan meningkat.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Siti Nurul Qomariyah menjelaskan, produk kalengan yang kemasannya telah rusak berpotensi terpapar bakteri. Dia khawatir kemasan yang rusak itu bukan karena faktor terjatuh, melainkan ada zat oksidan di dalam kemasan yang membuat kaleng tersebut rusak. “Jadi, bukan penyok karena jatuh, tapi karena ada sesuatu di dalam kaleng itu,” jelasnya.

Untuk itu, senada dengan Muqit Arief, dirinya meminta pengelola swalayan untuk mengapkir produk-produk tersebut, sehingga tak sampai beredar di masyarakat. Sebab, menurutnya, tak semua konsumen teliti dan mau membaca tanggal kedaluwarsa, maupun memperhatikan kondisi kemasannya. “Bahayanya, jika terpapar bakteri botulisme, bisa keracunan makanan. Bahkan akibatnya bisa fatal, sampai menyebabkan kematian,” ungkapnya.

Bagaimana jika ada pengusaha yang membandel dan tetap menjual produk tak layak tersebut? Terkait hal ini, Nurul Qomariyah menegaskan, jika ada kasus yang timbul akibat kesengajaan atau kelalaian pengusaha, dinas kesehatan akan menyerahkan perkara tersebut ke penegak hukum. Sebab, pihaknya tak memiliki kewenangan menindak pengusaha ‘nakal’, dan hanya bisa memberi imbauan. “Jika ada pelanggaran lagi, terpaksa pihak polres nanti yang akan memberi sanksi,” tegasnya.

Sementara itu, HRD Pertokoan Jember Roxy Square Tri Endang menuturkan, pihaknya sudah memperhatikan penataan ketika mendisplai produk tersebut. Mengenai rusaknya kemasan produk berkaleng itu, dia beralasan, bisa disebabkan terjatuh akibat kelalaian konsumen, atau terlalu ramainya pengunjung. “Itu di luar sepengetahuan kita. Tetapi kalau ditemukan, langsung kami tarik dan kami kembalikan ke supplier-nya,” tuturnya.

Sedangkan soal produk olahan yang mengandung babi, Endang menambahkan, pihaknya juga sudah memberi tanda. Apalagi, kata dia, produk yang dijual hanya satu merek. Meski begitu, Endang memastikan pihak manajemen akan memperhatikan imbauan wakil bupati tersebut, dan akan memasang tanda khusus yang menunjukkan bahwa produk tersebut mengandung babi. “Ya, itu pasti. Karena masukan buat kami juga. Pasti akan kami perjelas lagi bahwa itu bukan produk yang halal,” tandasnya.

(jr/rul/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia