Senin, 18 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Sungai Gunung Manggar Dinormalisasi

Sabtu, 09 Jun 2018 17:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Normalisasi, Sungai Gunung Manggar,

PERLANCAR AIR: Aliran sungai di kaki gunung Manggar, Desa Kesilir, Wuluhan dinormalisasi agar debit air ke persawahan warga terjaga saat kemarau. (Jumai/Radar Jember)

Mengantisipasi menurunnya debit air di sungai Kaki Gunung Manggar di Desa Kesilir, Wuluhan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) melakukan normalisasi. Pasalnya, aliran sungai ini sangat vital untuk mengairi persawahan di wilayah Kecamatan Wuluhan, Ambulu bagian selatan. Ribuan hektare sawah dengan Tipe A bergantung pada aliran sungai ini. 

Biasanya, saat kemarau terlihat endapan lumpur sangat parah. Bahkan, sungai dengan kedalaman 3 meter itu hanya tersisa satu meter.

Kondisi ini cukup parah dalam dua tahun terakhir. Terutama saat marak penambangan liar di gunung yang diisukan mengandung emas itu. Sehingga, membuat aliran lumpur dari atas gunung tersebut meluncur masuk aliran sungai.

Jika dangkal dan debit air mengering, maka akan membuat petani di dua kecamatan kelabakan. Dua tahun terakhir, sampai ada gerakan massal petani dua kecamatan membersihkan endapan lumpur atau yang biasa disebut walet itu. Pemkab Jember tahun ini lebih responsif yakni dengan melakukan normalisasi. 

Seperti yang tampak kemarin. Alat berat back hoe milik DPU BMSDA ditempatkan di lokasi. Mereka siap untuk melakukan normalisasi di aliran sungai tersebut. “Iya, nanti akan dilakukan pengerukan terhadap aliran sungai itu, agar airnya bisa tetap mengalir normal meskipun musim kemarau,” ucap Rasyid Zakaria, kepala DPU BMSDA, kemarin.

Dia menuturkan, langkah normalisasi ini sebagai respons dari laporan masyarakat dan petani sekitar selama dua tahun terakhir. Bahkan, sampai melapor ke DPRD Jember tahun lalu. “Jadi, nanti diharapkan tidak perlu lagi petani sampai turun ke sungai, karena kami sudah menyiapkan alat berat untuk normalisasi saluran itu,” jelasnya.

Menurut Rasyid, pelaksanaan pengerukan ini diprediksi bisa selesai dalam sepekan. “Kami targetkan bisa tuntas pengerukan saluran air sepanjang tiga kilometer,” jelasnya. Diharapkan, normalisasi ini bisa membuat debit air tetap bisa terjaga dan mampu mengairi sawah masyarakat saat kemarau. 

(jr/ram/jum/ras/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia