Selasa, 19 Jun 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Pertanyakan Kebijakan Finger Print

Minggu, 10 Jun 2018 20:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

Unej, demo mahasiwa,

TURUN JALAN: Para mahasiswa menggelar aksi, mengkritisi kebijakan kampus yang dinilai kurang konsisten, di gedung rektorat Unej, kemarin. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Mahasiswa Universitas Jember yang tergabung dalam berbagai organisasi kampus, BEM, dan BPM melakukan aksi, Jumat. (8/6). Mereka mengkritisi kebijakan kampus yang dinilai tak konsisten. Yakni tentang kebijakan finger print. 

Para mahasiswa yang mendatangi gedung rektorat Universitas Jember itu melakukan orasi. Mereka mengkritisi kebijakan tentang sistem presensi QR Code. “Kebijakan itu menuai kontroversi di kalangan mahasiswa. Sehingga, kami datang untuk menyampaikan aspirasi kegelisahan mahasiswa,” kata Moh Fahmi Muzaki, salah seorang pendemo.

Dia menjelaskan, kebijakan itu berawal dari diberlakukannya percobaan presensi QR Code di beberapa fakultas. Namun, pihak kampus tidak memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang pentingnya kebijakan ini. “Sosialisasi pada mahasiswa hanya pada segelintir orang,” katanya. 

Bahkan, waktu untuk sosialisasi itu sangat terbatas. Perwakilan mahasiswa tidak bisa bertanya secara detail dan menyanggah. “Kebijakan ini tanpa perencanaan yang baik,” tuturnya. 

Beberapa fakultas sudah menerapkan kebijakan ini. Namun, kekurangan tidak disempurnakan, bahkan hasil evaluasinya belum dipaparkan dengan gamblang. ”Ini jadi pertanyaan besar, arah pengembangan presensi finger print ke mana,” tegasnya.

Untuk itu, mereka menuntut agar pihak kampus memberikan transparansi dalam penyelenggaraan presensi finger print tersebut. Kemudian, meminta alasan rencana induk penyelenggaraan finger print. “Serta, keterbukaan hasil evaluasi uji coba finger print dan adanya keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan,” jelasnya. 

Sementara itu, Rektor Universitas Jember Moh. Hasan menambahkan, kebijakan finger print itu masih dalam tahap uji coba. Bahkan, beberapa fakultas tertarik dengan finger print. Namun, masih belum ada sosialisasi secara menyeluruh. “Sebenarnya sudah diagendakan hearing setelah Lebaran,” pungkasnya.

(jr/gus/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia