Jumat, 22 Jun 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan
Kreasi Pelajar TKJ SMK Nuris

Setahun Sudah Bisa Merakit Komputer dan Laptop

Senin, 11 Jun 2018 10:30 | editor : Dzikri Abdi Setia

SMK Nuris,

BISA MERAKIT LAPTOP: Para siswa SMK NURIS saat belajar merakit laptop di kelas Axioo. Kelas ini dilengkapi dengan sarana memadai, seperti ac, edu-board dan lainnya. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Jangan heran bila pelajar kelas X program Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris mampu merakit laptop dan komputer. Sebab, sekolah itu dipercaya oleh perusahaan internasional Axioo untuk mencetak generasi ahli merakit laptop, melalui kelas Axioo. 

Meskipun masih kelas X, pelajar SMK Nuris sudah mampu merakit laptop dengan baik. Dalam setahun, mereka bisa menguasai ilmu merakit komputer. Sebab, diberi wadah khusus untuk belajar menekuninya, yakni kelas Axioo. 

SMK yang berada di bawah yayasan Nurul Islam itu dipercaya oleh perusahaan laptop Axioo. Yakni memberikan sparepart kepada siswa untuk dirakit sendiri. Mereka merakitnya mulai dari awal sampai selesai. “Mereka belajar merakit secara berulang sampai mahir,” kata ketua program keahlian teknik dan komputer dan jaringan (TKJ) SMK Nuris, Riant Perdana.

Setelah  mampu merakit laptop, laptop itu menjadi milik pribadi setiap siswa. Tak heran, para pelajar itu begitu semangat belajar merakit laptop karena akan menjadi miliknya. “Ada standar kurikulum industri yang harus diterapkan, kemudian dikolaborasikan dengan  kurikulum 2013,” tambah Riant.

Standar industri Axioo, kata dia, harus mengikuti Axioo Class Program (ACP) 0 dan ACP 1. Seperti pengenalan sparepart dan fungsinya. Sedangkan ACP dua lebih pada perakitan. “Kelas X wajib mempelajari ACP,” jelasnya. 

Ada tempat khusus belajar merakit laptop, yakni di  kelas Axioo. Ruangannya menggunakan  AC, suasananya nyaman, tenang dan sejuk, eduboard. Kelas ini memang dibuat khusus agar siswa bisa belajar dengan tenang dan nyaman. 

Suasana itu membuat  para siswa semakin  bersemangat belajar. Para pelajar yang sekolah di SMK Nuris cukup beruntung. Sebab, selain menempati kelas yang nyaman, juga memiliki bisa langsung memiliki laptop Axioo.

Seluruh kelengkapan fasilitas belajar di kelas itu disediakan oleh Axioo. Bahkan ketika  masuk kelas, mereka harus memakai  baju khusus berwarna putih,  sarung tangan karet dan lainnya. Hal itu sesuai dengan standar yang diberikan oleh Axioo.

Para siswa SMK Nuris belajar di ruangan itu selama delapan jam. Suasana yang nyaman membuat mereka betah belajar merakit laptop dan komputer. “Satu kelas diisi oleh 36 siswa, mereka diseleksi dulu seperti proses melamar kerja,” ucapnya.  Misal, tes tentang psikologi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan lainnya. 

Kelebihan belajar di kelas Axioo, para siswa SMK Nuris memiliki kompetensi sesuai standar industri. Kemudian, memiliki sertifikasi internasional dan sertifikasi dari industri. “Selain itu, bisa menyerap materi KBM lebih cepat,” ujarnya.

 Ketika sudah lulus dari kelas Axioo, mereka bisa langsung masuk kerja karena sudah mengantongi sembilan sertifikat yang bisa digunakan untuk bekerja. Misal sertifikat microtik, sertifikat acoding, sertifikat fiber optic dan lainnya. 

Selain mudah mencari karier, mereka juga memiliki kemampuan kewirausahaan. Bila tak ingin menjadi karyawan, bisa mandiri dengan menjadi entrepreneur. “Mereka diajari merakit laptop sampai  bisa,” tuturnya.

Kemudahan itu tak hanya dirasakan oleh para siswa, tetapi juga para guru di SMK Nuris. mereka bisa meningkatkan kompetensinya, menjadi perwakilan Axioo sebagai assessor dalam uji kompetensi serta meningkatkan poin akreditasi guru.

Guru juga lebih mudah menerangkan karena siswa sudah siap dengan materi yang ada di dalam laptop. Dalam pembelajaran di kelas ini, siswa diminta untuk lebih aktif. “Baru kalau tidak bisa memecahkan masalah, ditanyakan pada guru,” jelasnya.

Selain itu, guru hanya menyampaikan materi seperlunya pada slide yang sudah disediakan. Para siswa mengembangkannya dengan berbagai metode, seperti diskusi. “Per semester dipantau oleh Axioo, jika berkembang, peralatan akan terus ditambah, perkembangan teknologi Axioo juga disampaikan,” paparnya. 

SMK Nuris menggandeng Axioo untuk menciptakan siswa yang memiliki keahlian profesional. Kerja sama itu berdasarkan kebutuhan zaman agar lulusannya bisa bersaing ketika sudah terjun ke lapangan kerja. “Kami tak ingin lulusan kami bekerja di jabatan biasa, tetapi menempati posisi strategis,” tambah Drs Haryono, kepala SMK Nuris. 

Para lulusan SMK Nuris juga sudah mampu mewarnai dunia kerja. Selain itu juga diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, seperti  Universitas Jember, Uguna Darma Jakarta, Teknik Mesin Universitas Malang dan lainnya. 

Pengasuh Ponpes Nuris Gus Robith Qosidi menambahkan pesantren tidak ingin ketinggalan dalam bidang teknologi. Sehingga menggandeng Axioo untuk menciptakan smart class agar para siswanya lebih berkompeten. Upaya tersebut sebagai bentuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. 

(jr/gus/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia